Satlantas Polres Tasikmalaya Nyatakan Perang Terhadap Kecelakaan Maut!

86NEWS.ID – TASIKMALAYA – Rentetan kecelakaan maut di Pantura guncang Jawa Barat! Polres Tasikmalaya gerak cepat lakukan ‘Ramp Check’ total.

Jawa Barat sedang berduka. Dalam hitungan hari, aspal hitam jalur Pantura berubah menjadi saksi bisu tragedi berdarah.

Bacaan Lainnya

Dimulai dari kecelakaan maut di Indramayu yang merenggut 12 nyawa, disusul tragedi di Cirebon yang kembali menelan korban jiwa.

Kematian massal ini bukan sekadar angka—ini adalah peringatan keras. Merespons situasi darurat tersebut, Polres Tasikmalaya menolak untuk kecolongan.

Mereka kini menyatakan “perang” terhadap setiap potensi bahaya yang mengancam nyawa warga di jalan raya.

Operasi Senyap: Menjemput Bola hingga ke ‘Hulu’

Tak ingin menunggu petaka datang, Satlantas Polres Tasikmalaya bergerak secara agresif.

Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Didit Permadi, kepolisian kini tidak hanya berjaga di jalan raya, tetapi langsung menyisir “hulu” operasional armada di pool bus dan lokasi perlintasan travel.

“Kami tidak mau kecolongan. Keselamatan adalah harga mati,” tegas AKP Didit di sela-sela instruksinya.

Ditemani petugas dari Dishub dan Dinas Kesehatan, tim Unit Gakkum yang dipimpin IPDA Ramdani melakukan pemeriksaan berlapis (ramp check) tanpa kompromi.

Tidak ada ruang bagi kendaraan yang tidak layak jalan untuk beroperasi di wilayah hukum Tasikmalaya.

Bagi para pemilik armada dan pengemudi, bersiaplah. Petugas akan melototi detail terkecil kendaraan Anda, Dokumen Wajib: Buku Uji KIR, Izin Operasional, hingga SIM pengemudi dipastikan legal dan masih berlaku. Kondisi Vital, Sistem pengereman, ban gundul, kaca depan retak, hingga lampu penerangan yang mati—semua akan langsung diperiksa

Aturan bagi Pengemudi yang nekat menyetir lebih dari 4 jam tanpa istirahat wajib berhenti minimal 30 menit. Hukumannya jelas: Keselamatan penumpang tidak bisa ditawar. Human Error: Polisi menggandeng Dinkes untuk melakukan tes kesehatan berkala. Pengemudi yang tidak fit secara jasmani maupun rohani dilarang keras membawa penumpang.

Bukan Sekadar Razia, Tapi Menyelamatkan Nyawa IPDA Ramdani menegaskan bahwa langkah masif ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membangun kesadaran kolektif. Selain memeriksa mesin, polisi menyebar spanduk peringatan di titik-titik blackspot (rawan kecelakaan) sebagai pengingat konstan bagi para pengemudi.

“Harapan kami jelas, pengusaha angkutan dan pengemudi harus memiliki komitmen yang sama. Jangan sampai nyawa penumpang hilang hanya karena kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkas Ramdani.

Kini, setiap armada yang melintas di Tasikmalaya harus sadar: Polisi sedang mengawasi, dan setiap kesalahan bisa menjadi fatal. Keselamatan Anda adalah prioritas utama. (DjN)

Pos terkait