Polri Resmikan Logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat

86NEWS.ID – JAKARTA – Polri meresmikan logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat, Senin (12/10). Langkah ini menjadi komitmen untuk semakin dekat dengan warga, memperkuat pelayanan publik, serta memastikan program prioritas Kapolri berjalan terarah dan terukur.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat sejalan dengan visi Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto saat uji kelayakan dan kepatutan di DPR, 1 Oktober 2026 lalu. Suyudi menekankan peningkatan kualitas pelayanan, penguatan hubungan dengan masyarakat, serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan publik.

Bacaan Lainnya

Logo Polisi Bersama Masyarakat merepresentasikan kemitraan. Simbol jabat tangan menggambarkan kepercayaan dan kerja sama, sedangkan siluet polisi bersama warga mencerminkan gotong royong menjaga keamanan dan ketertiban.

Melalui semangat ini, keamanan tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga komunikasi yang baik, partisipasi warga, dan upaya bersama menyelesaikan persoalan di lingkungan.

Posko Polisi Bersama Masyarakat berfungsi sebagai pusat koordinasi pelaksanaan program prioritas Kapolri. Posko bertugas memantau perkembangan kegiatan, menghimpun dan memverifikasi data sebagai bahan evaluasi, serta memastikan arahan pimpinan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Perkembangan program akan dievaluasi berkala untuk melihat capaian dan perbaikan yang diperlukan. Hasil evaluasi menjadi rekomendasi agar pelaksanaan lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam aspek pengawasan, posko juga memantau pelaksanaan kebijakan, akuntabilitas personel, penggunaan anggaran, serta tindak lanjut hasil pengawasan. Jika ditemukan dugaan pelanggaran, penanganan diteruskan ke fungsi pengawasan maupun Propam sesuai mekanisme.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan kedekatan Polri dan masyarakat harus diwujudkan lewat kerja nyata.

“Logo Polisi Bersama Masyarakat dan peresmian posko ini harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun melalui komunikasi terbuka, pelayanan responsif, serta kehadiran anggota yang memberikan manfaat nyata,” ujar Johnny, Senin (12/10).

Ia menambahkan, posko diharapkan menjadi ruang kolaborasi, di mana aspirasi warga menjadi bahan evaluasi perbaikan pelayanan.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Dukungan dan partisipasi masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Karena itu, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Johnny.

Dengan posko ini, Polri berharap kualitas pelayanan meningkat, pengaduan warga ditindaklanjuti sesuai mekanisme, dan program kepolisian semakin responsif, akuntabel, serta humanis. (Djn).

Pos terkait