Jadi Sorotan, Ancam Adukan ke Propam dan Komisi III DPR RI, Keluarga Korban Pemerkosaan di Cimanggis Pertanyakan Langkah Penyidik

86NEWS.ID – DEPOK – Penanganan dugaan kasus pemerkosaan terhadap seorang ibu muda berinisial F di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, menuai sorotan tajam. Di tengah proses hukum terhadap terduga pelaku, keluarga korban justru mempertanyakan langkah penyidik setelah suami korban yang melaporkan peristiwa tersebut dikabarkan ikut diperiksa secara intensif hingga ditahan.

Kondisi itu memunculkan tanda tanya dari pihak keluarga. Mereka menilai fokus penanganan perkara seharusnya tetap mengutamakan perlindungan terhadap korban sekaligus mengusut tuntas dugaan tindak pidana seksual yang dilaporkan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, dugaan pemerkosaan terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu korban berada di rumah bersama anak-anaknya, termasuk bayi berusia delapan bulan.

Seorang pria yang disebut bekerja sebagai penagih utang datang ke rumah korban untuk menagih pembayaran. Korban meminta agar pembayaran dilakukan setelah suaminya pulang karena akan ditransfer.

Namun, menurut keterangan keluarga, pria tersebut diduga masuk ke dalam rumah. Saat korban berada di kamar bersama bayinya, pelaku diduga masuk ke ruangan tersebut dan melakukan pemerkosaan.

Korban kemudian meminta pertolongan hingga mengundang warga sekitar. Terduga pelaku berhasil diamankan warga dan sempat menjadi sasaran kemarahan massa sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

Korban telah menjalani visum sebagai bagian dari pembuktian medis. Hasil pemeriksaan tersebut, menurut keluarga, telah diserahkan kepada penyidik untuk melengkapi proses penyidikan.

Suami korban kemudian melapor ke Polres Metro Depok agar kasus tersebut diproses sesuai hukum. Terduga pelaku dikabarkan telah diamankan.

Namun, perkembangan berikutnya justru memicu polemik. Keluarga mengaku tidak menyangka pelapor dalam perkara tersebut justru ikut menjalani pemeriksaan secara intensif dan dikabarkan ditahan. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari kepolisian mengenai status maupun dasar hukum tindakan tersebut.

Situasi semakin memanas ketika pada Sabtu malam (17/7/2026), sekitar sepuluh personel kepolisian mendatangi rumah korban. Menurut keluarga, aparat sedang mencari ipar korban yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap terduga pelaku saat diamankan warga.

Kedatangan polisi memicu protes warga. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa aparat dinilai lebih agresif mengejar pihak yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pelaku, sementara keluarga korban masih menunggu kepastian perkembangan penyidikan dugaan pemerkosaan.

Adu argumentasi antara warga dan aparat sempat terjadi sebelum polisi akhirnya meninggalkan lokasi.

Namun, menurut keterangan keluarga, pria tersebut diduga masuk ke dalam rumah. Saat korban berada di kamar bersama bayinya, pelaku diduga masuk ke ruangan tersebut dan melakukan pemerkosaan.

Korban kemudian meminta pertolongan hingga mengundang warga sekitar. Terduga pelaku berhasil diamankan warga dan sempat menjadi sasaran kemarahan massa sebelum akhirnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

Korban telah menjalani visum sebagai bagian dari pembuktian medis. Hasil pemeriksaan tersebut, menurut keluarga, telah diserahkan kepada penyidik untuk melengkapi proses penyidikan.

Suami korban kemudian melapor ke Polres Metro Depok agar kasus tersebut diproses sesuai hukum. Terduga pelaku dikabarkan telah diamankan.

Namun, perkembangan berikutnya justru memicu polemik. Keluarga mengaku tidak menyangka pelapor dalam perkara tersebut justru ikut menjalani pemeriksaan secara intensif dan dikabarkan ditahan. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari kepolisian mengenai status maupun dasar hukum tindakan tersebut.

Situasi semakin memanas ketika pada Sabtu malam (17/7/2026), sekitar sepuluh personel kepolisian mendatangi rumah korban. Menurut keluarga, aparat sedang mencari ipar korban yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap terduga pelaku saat diamankan warga.

Kedatangan polisi memicu protes warga. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa aparat dinilai lebih agresif mengejar pihak yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pelaku, sementara keluarga korban masih menunggu kepastian perkembangan penyidikan dugaan pemerkosaan.

Adu argumentasi antara warga dan aparat sempat terjadi sebelum polisi akhirnya meninggalkan lokasi.

Pos terkait