Terintegrasi ETLE hingga Laporan Peristiwa, Konsep Smart City Polrestabes Bandung dengan 200 CCTV di Jalanan Kota Kembang

86NEWS.ID – BANDUNG – Melalui sistem Smart City atau kota cerdas, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memasang 200 CCTV atau kamera pengawas di jalan-jalan Kota Bandung yang langsung terintegrasi. Hal ini merupakan bagian dari program Smart City Road Safety Policing di Polrestabes Bandung.

Kehadiran 200 CCTV terintegrasi sistem smart city ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalanan Kota Bandung. Kebijakan ini merupakan inovasi penting dalam transformasi digital pelayanan publik Polri di bidang lalu lintas.

Bacaan Lainnya

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Polisi Agus Suryonugroho mengatakan, sistem smart city yang diterapkan pada upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas melalui pemasangan CCTV di jalanan ini mendapat atensi khusus Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kakorlantas Polri mengungkap hal itu saat meninjau sistem smart city ini di Mapolrestabes Bandung didampingi Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Polisi Prianto dan Kapolrestabes Bandung Budi Sartono, Rabu 12 November 2025.

“Pendekatan road safety policing kita terapkan untuk memastikan seluruh kegiatan lalu lintas di Bandung berjalan aman, selamat, tertib, dan lancar. Bandung adalah kota wisata sekaligus ikon Jawa Barat sehingga manajemen lalu lintas harus dikelola secara modern, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujar Agus.

Ia ingin nantinya sistem smart city di Polrestabes Bandung bisa terintegrasi dengan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sehingga dapat meng-capture pelanggaran aturan lalu lintas di jalanan.

Langkah ini diharapkan mampu menekan penindakan pelanggaran lalu lintas secara manual dan meningkatkan peran tilang elektronik untuk mendorong keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Saya juga berharap smart city nanti bisa terintegrasi dengan ETLE. Sehingga 200 kamera yang bisa monitoring di kota ini, nanti bisa meng-capture pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu, saya sebagai Kakorlantas Polri, kebijakan kami adalah penegakan hukum itu 95% menggunakan ETLE. 5% baru menggunakan manual atau tilang manual,” terangnya.

Agus menuturkan bahwa dalam layanan Smart City Road Safety Policing, Korlantas Polri menghadirkan sistem manajemen lalu lintas berbasis AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan untuk melakukan rasio kepadatan lalu lintas. Melalui penerapan teknologi yang canggih dan akan selalu dilakukan pembaharuan, diharapkan potensi-potensi kemacetan yang terjadi bisa diantisipasi dan dapat dilakukan penguraian kepadatan arus kendaraan dengan lebih cepat.

“Teknologi smart city policing ini tetap akan kita update, jadi parameter-parameter dalam kota tentang kamseltibcarlantas, parameter-parameter jumlah kendaraan yang normal di Kota Bandung pada saat weekend dan sebagainya ini bisa di-monitoring, termasuk juga peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kota Bandung ini bisa di-monitoring di smart city, tentunya nanti akan terintegrasi dengan Pemda, pemadam kebakaran, dan Kementerian Perhubungan,” jelas dia.

Menurut Agus, teknologi tersebut kini terintegrasi layanan darurat 110 dengan hadirnya 200 kamera CCTV yang dapat memantau berbagai peristiwa di Kota Bandung secara tepat waktu. Sehingga nantinya saat ada laporan, langsung dapat mengetahui lokasi dengan cepat melalui CCTV.

“Saat ini smart city terintegrasi dengan 110, sehingga begitu ada laporan, jadi bisa dilihat dari CCTV. Ini bagus sekali, hampir sekitar 200 kamera yang bisa terintegrasi di smart city. Saya minta kepada jajaran agar ini difungsikan betul untuk mengelola harkamtibmas dan kamseltibcarlantas, termasuk informasi penting yang bisa ditangkap oleh sistem ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kakorlantas Polri mengimbau agar masyarakat Kota Bandung selalu tertib berlalu lintas dan mematuhi peraturan lalu lintas untuk keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Dengan adanya kamera, dengan adanya smart city, kami mengharapkan dan menghimbau kepada warga masyarakat khususnya di Bandung agar tertib berlalu lintas, gunakan helm, patuhi peraturan lalu lintas, karena apapun semuanya ini demi keamanan dan keselamatan, terutama keselamatan pengguna jalan. Ini harapan kami,” pungkas Agus. (Red).

Pos terkait