ETLE Terus Diperkuat, Kakorlantas Pastikan Polantas Tetap Dekat dengan Masyarakat Termasuk Komunitas Ojol

86NEWS.ID – JAKARTA – Kakorlantas Polr Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan transformasi digital melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Namun di sisi lain, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk komunitas ojek online (ojol).

Hal itu disampaikan Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat audensi dengan perwakilan komunitas ojol Jabodetabek di gedung NTMC Polri, Jakarta (2/6) dalam kegiatan Polantas Menyapa di Korlantas Polri.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ETLE merupakan sebuah keniscayaan di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan pengawasan lalu lintas yang lebih modern serta transparan.

“ETLE adalah sebuah keniscayaan, tetapi akan memantau perjalanan orang. Ada lompatan teknologi yang kami buat untuk bisa mengawasi masyarakat dan mengawasi pengguna jalan,” kata Kakorlantas.

Meski demikian, ia menegaskan tujuan utama Polri bukan memperbanyak penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Sebaliknya, Korlantas ingin membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas secara sukarela.

“Mulai saat ini kalau bisa tidak ada yang ditilang. Cukup polisi senyum, Anda sudah tertib. Karena senyum Polantas adalah marka utama,” ujarnya.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan, paradigma pelayanan lalu lintas saat ini telah berubah. Jika sebelumnya pendekatan lebih banyak dilakukan melalui penegakan hukum, kini Polantas mengedepankan komunikasi, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tidak akan pernah merasa bangga ketika melakukan penegakan hukum. Kami bangga kalau bisa bersilaturahmi, berkomunikasi, dan masyarakat menjadi tertib,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga mengajak komunitas ojol menjadi mitra strategis Polri sekaligus role model keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki posisi penting karena setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Karenanya, ia berharap para pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengingatkan sesama pengguna jalan yang melakukan pelanggaran.

“Kami berharap ojol menjadi role model yang ada di jalan, patuh, tertib, dan taat aturan lalu lintas,” ujarnya.

Selain penguatan ETLE, Korlantas juga tengah menyiapkan sistem komunikasi yang lebih cepat dengan komunitas ojol melalui pengembangan aplikasi khusus. Aplikasi tersebut nantinya diharapkan menjadi sarana koordinasi terkait aspek keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Melalui kombinasi transformasi digital ETLE dan pendekatan humanis, Korlantas berharap dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas sekaligus memperkuat kemitraan dengan komunitas ojol di seluruh Indonesia. (Djn).

Pos terkait