86NEWS.ID – BONDOWOSO – Program Pesantren Sahabat Lalu Lintas, yang diinisiasi oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H, M.Hum, mendapat sambutan positif dari kalangan pondok pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di kalangan santri, serta mendorong mereka menjadi teladan dalam disiplin berlalu lintas.
“Kami telah menginstruksikan seluruh polisi lalu lintas untuk berkolaborasi dengan pesantren dalam mengkampanyekan pentingnya tertib berlalu lintas. Santri, sebagai generasi muda yang taat beribadah, diharapkan dapat menjadi contoh dalam ketaatan berlalu lintas,” ujar Irjen Agus.
Menurutnya, program ini juga melibatkan polisi lalu lintas yang aktif memberikan edukasi kepada para santri tentang keselamatan dan aturan berlalu lintas yang baik. Hal ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi santri, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat di sekitar pondok pesantren.
Sambutan positif terhadap program ini juga datang dari KH Nawawi Maksum, salah satu tokoh penting di dunia pesantren. Kiai Nawawi menyampaikan bahwa selain belajar ilmu agama, santri juga perlu memahami pentingnya keselamatan di jalan raya. Ia menilai, program Pesantren Sahabat Lalu Lintas menjadi langkah yang baik untuk memberikan pemahaman tentang aturan berkendara yang aman dan benar.
“Di Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso, Jawa Timur, kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa. Santri merasa sangat terbantu untuk memahami bagaimana cara berkendara yang aman dan sesuai dengan aturan,” ungkap Kiai Nawawi. Ia juga menambahkan bahwa pesantren-pesantren lainnya turut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas
Kiai Nawawi berharap, para santri yang sehari-hari menggunakan kendaraan bermotor dapat lebih patuh terhadap aturan lalu lintas, seperti mengenakan helm dan tidak berkendara ugal-ugalan, serta menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
Pandangan ulama juga sejalan dengan program ini, di mana tertib berlalu lintas dianggap sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan serta upaya menjaga keselamatan diri dan orang lain, yang juga diajarkan dalam Islam. Program ini, menurut Kiai Nawawi, tidak hanya bermanfaat untuk keselamatan di jalan, tetapi juga bagi pendidikan karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari peluncuran program ini, Irjen Pol Agus Suryonugroho menyerahkan bantuan berupa sarung, peci, dan mukena kepada Pondok Pesantren Nurut Taqwa yang dipimpin oleh KH Nawawi. Penyerahan bantuan ini dilakukan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Samsat seluruh Indonesia di Surabaya pada Selasa, 25 Februari 2025, dan disaksikan oleh para Dirlantas seluruh Indonesia.
Dengan dimulainya program Pesantren Sahabat Lalu Lintas, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang aman dan tertib di kalangan santri, serta memberi dampak positif bagi masyarakat luas. (Mel).






