Dikerjakan Bersamaan, Macet Cimahi Makin Parah akibat Dua Proyek Jalan

86NEWS.ID – CIMAHI – Keluhan warga tak terbendung setelah macet horor berdampak pada waktu tempuh membengkak drastis saat melintasi Kota Cimahi sepanjang Rabu 19 Agustus 2026. Penumpukan kendaraan ­terjadi ­akibat diterapkannya rekayasa arus lalu ­lintas menyusul dua proyek infrastruktur secara bersamaan yaitu pembangunan underpass Gatot Subroto dan pemeliharaan Jembatan Jalan Raden Demang Hardjakusumah.

“Anter 3 orang anak sekolah pakai mobil, biasa perjalanan hanya 15-20 menit ke Cihanjuang. Tadi pagi terlambat sampai sekolah pukul 07.20 padahal sudah berang­kat lebih awal sebagai antisipasi. Semua jalan padat dan menghambat mobilitas dan aktifitas, kayaknya saya mau buat surat terbuka ke Pem­kot Cimahi,” ujar warga Ci­pageran, Illa (38).

Bacaan Lainnya

Hal serupa disampaikan Sopandi (40). “Mau ke arah Bandung dari Padalarang ma­cetnya sampai ke Borma Cisangkan dan pertigaan Sang­kuriang, kendaraan nya­ris enggak bergerak. Kenapa dilakukan bersamaan dua proyek besar sampai jalan ditutup total, padahal jalanan Cimahi enggak me­madai buat rute alternatif,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira turut memantau lokasi proyek underpass Gatot Subroto hingga melihat rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan. Atas nama Pemkot Cimahi, dia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga dan pengguna jalan yang terdampak kemacetan.

“Atas nama Pemkot Ci­mahi saya haturkan beribu maaf atas kejadian macet yang terjadi kemarin akibat rekayasa lalu lintas karena pembangunan underpass Gatsu dan perbaikan jembatan Pemkot Cimahi. Kami terus berupaya cari solusi karena saya juga merasakan yang dirasakan warga atas kemacetan parah tersebut,” ujarnya di lokasi.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi dan Satlantas Polres Cimahi langsung melakukan evaluasi bersama. Sejumlah skema penanganan darurat mulai diterapkan.

“Sekarang dilakukan contraflow underpass Dustira. Juga dilakukan penambahan personel pengaturan arus lalu lintas dari Dishub Kota Cimahi maupun TNI/Polri. Mudah-mudahan bisa lebih lancar daripada kemarin,” ucapnya.

Pihaknya melobi kontraktor agar memperbolehkan sebagian ruas jalan dibuka selama pembongkaran tanah belum dilakukan secara masif. Di sisi lain, Pemkot Cimahi menggenjot pemeliharaan jembatan Pemkot Cimahi berlangsung lebih cepat

“Mudah-mudahan selama proses underpass Gatsu apabila belum pembongkaran jalan secara masif di­mung­kinkan buka jalan sebagian se­hingga mengurangi ke­ma­cetan. Kami juga akan ting­katkan pembangunan jembatan Pemkot Cimahi tidak sampai 3 bulan, begitu bisa dilalui meski belum 100% akan kita buka juga. Untuk underpass Gatsu kalau sudah mulai pengerukan tanah jalan bisa ditutup total,” katanya.

Adhitia memastikan tidak ada unsur kesengajaan pro­yek underpass Gatsu dan pe­meliharaan jembatan Pem­kot Cimahi digelar ber­sa­ma­an.

“Proyek underpass Gatsu kontraktornya oleh Pemprov Jabar, Dinas Bina Marga Pro­vinsi Jabar, jembatan Ra­den Demang oleh Pemkot Ci­mahi. Timeline pengerjaan seperti bersamaan itu kebetulan, sebelum dilakukan pembangunan kami sudah beberapa kali lakukan rapat koordinasi baik provinsi atau stakeholder lain. Rekayasa lalin juga hasil rembug ber­sama, kemarin terjadi ke­ma­cetan luar biasa berarti ada yang kurang dan kita segera lakukan evaluasi,” tuturnya. 

Contraflow 

Kepala Dishub Kota Ci­mahi Endang menyatakan, melihat kemacetan yang terjadi sepanjang Rabu 19 Agustus 2026 pihaknya menerapkan contraflow atau dua lajur perlintasan ke underpass Dustira. Arus kendaraan yang menuju Cimahi Selatan bisa terbagi sehingga kepadatan di jalur alternatif dapat terurai.

“Dengan dibukanya dua lajur di underpass Dustira, masyarakat yang hendak menuju wilayah selatan tidak perlu bertumpuk di Gatsu dan Pasirkumeli, atau me­mu­tar jauh ke Padasuka mau­pun Cimindi. Opsi contraflow underpass Dustira sudah masuk opsi jalur alternatif, namun diterapkan me­lihat perkembangan kemarin sehingga diberlakukan hari ini,” katanya.

Guna menjaga keamanan konstruksi underpass Dustira, diberlakukan pembatasan armada. “Hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil/pribadi. Truk dan bus bertonase besar dilarang melintas dan dialihkan langsung via Cimindi menuju Gerbang Tol Baros atau Tol Pasirkoja,” katanya. (DjN).

Pos terkait