86NEWS.ID – SUMEDANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang Polda Jawa Barat akan kembali menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026. Kegiatan operasi kepolisian tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, terhitung mulai tanggal 8 Juni hingga 21 Juni 2026 mendatang, dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”.
Kegiatan ini bertujuan utama untuk menegakkan disiplin dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, menekan angka pelanggaran yang kerap terjadi di jalan raya, serta menciptakan rasa aman, nyaman, dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan di wilayah hukum Kabupaten Sumedang. Melalui operasi ini, pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjadi pelopor keselamatan dengan senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.
Dalam pelaksanaan penindakan nanti, petugas di lapangan akan memfokuskan pengawasan dan penindakan terhadap 8 sasaran prioritas pelanggaran yang paling sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan maupun gangguan ketertiban, antara lain:
✅ Tidak menggunakan helm berstandar SNI
✅ Tidak memakai sabuk pengaman
✅ Menggunakan ponsel saat sedang berkendara
✅ Melawan arus lalu lintas
✅ Pengendara di bawah umur dan/atau tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)
✅ Menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau tidak standar
✅ Melanggar batas kecepatan yang ditetapkan
✅ Mengabaikan rambu lalu lintas dan marka jalan
Pihak Satlantas Polres Sumedang menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya bukanlah tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama setiap individu pengguna jalan. Ketaatan terhadap aturan dinilai sangat penting sebagai bentuk perlindungan diri sendiri, keluarga, serta orang lain yang berbagi ruas jalan yang sama.
“Kami mengajak seluruh warga Sumedang untuk mendukung Operasi Patuh Lodaya 2026 ini. Jadilah pelopor keselamatan, tertib di jalan, agar kita semua selamat sampai tujuan,” tegas imbauan dari pihak Satlantas Polres Sumedang.
Pihak kepolisian berharap, melalui operasi ini dapat tercipta perubahan perilaku berkendara yang lebih baik, budaya tertib yang tinggi, serta penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan di wilayah Sumedang. (Mel).






