Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, Kakorlantas Polri Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas

86NEWS.ID – JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan seluruh kegiatan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban pengguna jalan. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah Masyarakat, Senin (8/6).

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menuturkan, upaya penegakan hukum harus dikelola secara tepat agar mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dapat terwujud secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Semua kegiatan kepolisian itu baik, bagaimana kita bisa memastikan pengguna jalan itu tertib, lancar, dan angka pelanggaran juga bisa turun, termasuk juga angka fatalitas. Oleh sebab itu, formasi daripada penegakan hukum itu harus kita kelola,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. dalam keterangannya.

Korlantas Polri kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho terus mengoptimalkan penggunaan teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Skema penegakan hukum yang disiapkan mengedepankan pendekatan elektronik dibandingkan penindakan konvensional, sejalan dengan transformasi pelayanan dan penegakan hukum yang lebih modern dan transparan.

“Jadi rencana memang 30% itu melakukan tilang dan 60% itu ETLE. Ini sudah kami sosialisasikan, oleh sebab itu kami berharap kepada masyarakat, jadi kami Kakorlantas Polri tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum, tetapi bagaimana kita merangkul masyarakat, dekat dengan masyarakat, dengan program Polantas Menyapa. Sehingga kami berharap mari kita sama-sama tertib dengan dirinya sendiri untuk kepentingan keselamatan,” ucap Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga menyebut, Korlantas Polri terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik dari masyarakat. Menurutnya, partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

“Kami sangat menghormati, kami selalu mendengarkan masyarakat. Jadi kami tidak anti kritik. Tentunya kami akan terbuka, tetapi apapun kegiatan kepolisian tentunya untuk kepentingan satu Harkamtibmas, dua Kamseltibcarlantas, dan memastikan bahwa di jalan itu aman, tertib, dan tentunya ini bagian daripada partisipasi masyarakat untuk sama-sama menjaga ketertiban. Karena ketertiban itu penting sekali untuk keselamatan kita semuanya,” tandasnya. (Djn).

Pos terkait