Sosialisasi Cerdas Finansial: Mewujudkan Generasi yang Bijak dalam Mengelola Pinjaman Online

86NEWS.ID – KARANGANYAR – Dalam era digital yang serba cepat ini, layanan pinjaman online semakin mudah diakses oleh masyarakat, termasuk kalangan remaja dan pemuda. Namun, kemudahan ini seringkali disalahgunakan karena kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan yang baik dan risiko dari pinjaman online illegal.

Melihat fenomena ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Insyania Cahya Risma Program Studi Akuntansi, menginisiasi kegiatan sosialisasi bertema “Cerdas Finansial: Mewujudkan Generasi yang Bijak dalam Mengelola Pinjaman Online” di Dusun Tanon Lor, Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Kerja Individu KKN Kelompok 102 dengan bimbingan Prof. Dr. Bambang Ali Kusumo, S.H., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Sosialisasi ini diadakan di salah satu rumah anggota Karang Taruna Dusun Tanon Lor yang dihadiri oleh anggota Karang Taruna. Tujuannya adalah memberikan pemahaman agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial dengan bijak, khususnya terkait penggunaan layanan pinjaman online.

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan beberapa poin penting, antara lain:

  1. Pengenalan Pinjaman Online: Memahami cara kerja pinjaman online, termasuk
    bunga, tenor, dan ketentuan pembayaran.
  2. Perbedaan Pinjaman Legal dan Ilegal: Mengenali ciri-ciri platform pinjaman online
    yang terdaftar di OJK dan membedakannya dengan pinjaman ilegal.
  3. Risiko dan Dampak Pinjaman Online: Mengetahui potensi bahaya seperti bunga yang
    tinggi, penagihan tidak etis, penyalahgunaan data pribadi, dan beban hutang jangka
    panjang.
  4. Tips Mengelola Keuangan: Membuat anggaran, menabung sejak dini, membedakan
    kebutuhan dan keinginan, serta menghindari perilaku konsumtif berlebihan.

Dalam pemaparannya, Insyania Cahya Risma menekankan bahwa penggunaan pinjaman online tidak selalu salah, namun harus dilakukan secara hati-hati dan disesuaikan dengan kemampuan finansial.

“Edukasi literasi finansial sejak remaja sangat penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam pinjaman online ilegal yang bisa merugikan masa depan mereka,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Beberapa anggota Karang Taruna menyampaikan pertanyaan terkait pinjaman online.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Banyak dari mereka yang baru menyadari pentingnya memahami literasi finansial dan risiko yang dapat timbul dari pinjaman online.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan generasi muda di Dusun Tanon Lor semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan, mampu menghindari jeratan pinjaman online ilegal, serta dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. (Khanza).

Pos terkait