86NEWS.ID – SUBANG – Polisi Bersama Masyarakat adalah tagline baru Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang diperkenalkan secara resmi pada 5 Oktober 2026 di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Jargon baru ini menggantikan tagline sebelumnya, yaitu “Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang digunakan pada era Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kasat Lantas Polres Subang, AKP Moh. Hadi Kurniawan, S.Tr.K., S.I.K., M.H. bersama jajaran satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Subang menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan dan menyosialisasikan tagline baru ini dalam tugas pelayanan mereka sehari-hari.
” Kami Satlantas Polres Subang siap mengimplementasikan dan menyosialisasikan Tagline Baru Kapolri, “ujar Hadi kepada 86news.id. Rabu (7/10/2026).
Arah Implementasi Satlantas Polres Subang
Sejalan dengan instruksi Korlantas Polri untuk menerapkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” demi mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Satlantas Polres Subang mulai mengintegrasikan tagline ini ke dalam berbagai aksi nyata:
- Sosialisasi dan Edukasi Pengendara: Pemasangan stiker imbauan tertib lalu lintas secara langsung di jalan raya guna mengedukasi masyarakat agar selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
- Patroli dan Penindakan Humanis: Melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), seperti penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis di titik rawan kecelakaan guna menghadirkan rasa aman dan nyaman.
- Pelayanan Responsif & Peduli: Aksi sigap di lapangan, seperti membantu pengendara yang mengalami mogok atau kendala di jalan, untuk menegaskan kehadiran polisi sebagai pelindung dan pengayom.
- Sinergi Lintas Instansi: Melakukan koordinasi satu meja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Jasa Raharja Subang untuk menyatukan visi keselamatan pengguna jalan secara kolaboratif.
Melalui tagline baru ini, fokus pelayanan kepolisian dipusatkan sepenuhnya pada kebutuhan masyarakat guna membangun kepercayaan publik yang lebih kuat lewat pendekatan yang humanis dan responsif. (DjN).






