86NEWS.ID – JAKARTA – Gelaran Scene & Sound Telusur Budaya mengusung tema “Menjaga Ruang Hidup Bersama di Jalan” dengan menghadirkan perpaduan seni dan edukasi keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara seniman dan kepolisian dalam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap keselamatan serta menghargai hak setiap pengguna jalan, di Balai Budaja Menteng, Sabtu (27/6/2026).
Ketua Perupa Jakarta Raya Rindy Atmoko mengatakan pameran seni menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
“Pameran seni bertajuk Semau Gue yang bersama Peruja (Perkumpulan Perupa Jakarta) menampilkan 52 hingga 54 seniman dalam rangka memeriahkan HUT Jakarta ke-499,” ujar Ketua Perupa Jakarta Raya Rindy Atmoko.
Menurutnya tema yang diangkat memberikan keleluasaan bagi para seniman untuk mengekspresikan kreativitas mereka tanpa batasan yang kaku.
“Tema “Semau Gue” untuk memberikan kebebasan mutlak kepada setiap perupa dalam mengeksplorasi gaya, teknik, dan media visual tanpa batasan kuratorial yang kaku,” jelas Rindy Atmoko.
Semangat kebebasan berkarya tersebut juga menjadi representasi karakter Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai bentuk ekspresi.
“Kebebasan menjadi cerminan semangat Jakarta dalam berkarya dan berekspresi,” tambahnya.
Sementara itu, Bamin Bagops Korlantas Polri Brigadir Susan Yoku menekankan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas yang terus dilakukan kepada masyarakat, khususnya generasi muda melalui program Polantas Menyapa.
“Banyak sekali edukasi, imbauan yang mungkin kami berikan. Polri pun mempunyai salah satu program, namanya program Polisi Menyapa atau Polantas Menyapa. Kegiatan ini langsung turun ke kampus-kampus untuk menyapa generasi-generasi muda. Ini adalah salah satu hal atau effort dari polisi yang mau untuk memberikan edukasi agar masyarakat kita itu lebih sadar,” ungkap Bamin Bagops Korlantas Polri Brigadir Susan Yoku.
Brigadir Susan mengajak generasi muda untuk lebih bertanggung jawab saat menggunakan jalan, baik sebagai pengendara maupun pejalan kaki, dengan melengkapi seluruh persyaratan keselamatan.
“Generasi muda lebih kembali peduli, lebih sadar ke diri masing-masing untuk memperhatikan, ketika anda sudah ingin atau anda sudah bertanggung jawab untuk mempunyai kendaraan motor, mobil, atau pejalan kaki lengkapi semua hal-hal kecil itu. Jangan sampai hal-hal kecil seperti ini malah dianggap remeh, dijadikan hal yang akhirnya merugikan diri anda sendiri,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai pengawasan lalu lintas yang kini semakin berkembang melalui sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), termasuk ETLE mobile yang dipasang pada kendaraan patroli kepolisian.
“Sekarang bukan hanya ada ETLE yang dipasang di jalan, tapi ada ETLE mobile. Jadi jangan salah, mobil polisi yang parkir di jalan itu bukan hanya diparkir kosong, dia sedang menjalankan tugas,” jelasnya.
Brigadir Susan juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk saling menghormati dan mengutamakan keselamatan bersama.
“Selalu berhati-hati, selalu berkendara dengan aman. Semua orang yang berada di jalan mempunyai hak yang sama. Mau pejalan kaki, menggunakan sepeda, menggunakan mobil, semua mempunyai hak yang sama. Jadi jangan saling mengambil jalur milik orang lain,” pungkasnya. (DjN).






