86NEWS.ID – ASAHAN – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkap modus penyelundup narkotika yang berulang kali mengganti nama kapal untuk mengelabui aparat. Modus tersebut terungkap dalam pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin menggunakan kapal tanker MT Global 168 di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
“”Nah, inilah salah satu strategi para penyelundup selalu merubah-rubah nama kapal ya,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Medan, Jumat (23/10/2026).
Kapolri menjelaskan, kapal tersebut terdeteksi melalui pemantauan terhadap pergerakan mencurigakan di Selat Malaka hingga Laut Andaman. Setelah dilakukan penelusuran, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polri berhasil mengamankan kapal di Perairan Tanjung Balai Asahan.
Kapal yang diamankan diketahui bernama MT Global 168, berjenis tanker dan berbendera Mongolia. Namun, kapal tersebut diketahui berasal dari Malaysia.
Berdasarkan penelusuran identitas, kapal itu memiliki nomor IMO 9078787, MMSI 4576155, dan Call Sign JWM8. Dibangun pada 1993, kapal tersebut tercatat masih aktif beroperasi dan sebelumnya pernah menggunakan nama Sulosio Maru No. 08.
“Jadi benderanya Mongolia, tapi kapalnya dari Malaysia,” kata Kapolri.
Dari sisi spesifikasi, kapal tersebut memiliki panjang sekitar 56,99 hingga 57 meter, lebar 9,02 meter, gross tonnage (GT) 370, serta deadweight tonnage (DWT) di kisaran 726 hingga 776 ton.
Tim gabungan juga telah mengidentifikasi perusahaan yang tercatat sebagai pemilik kapal atau registered owner, yakni Makmur Marine Petroleum.
Kapolri menyebut pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan secara senyap yang melibatkan sejumlah unsur penegak hukum. Upaya ini dilakukan untuk membongkar penyelundupan narkotika melalui jalur laut dan mencegah peredarannya di Indonesia. (DjN).






