Edukasi Keselamatan Lalu Lintas, Program Police Goes to School Satlantas Polres Cirebon Kota Hadir di SMAN 2

86NEWS.ID – CIREBON KOTA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota terus memperkuat upaya preventif membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Kali ini, kegiatan dilakukan melalui program unggulan Police Goes to School yang digelar di SMAN 2 Kota Cirebon, bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 350 siswa peserta didik baru dengan penuh antusiasme.

Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K., didampingi oleh Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas, Kepala Unit Keselamatan (Kanit Kamsel), serta sejumlah personel Unit Kamsel yang turut hadir untuk menyampaikan materi secara langsung kepada para siswa.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, AKP Hadi Suryanto menjelaskan bahwa program Police Goes to School merupakan langkah strategis pihak kepolisian untuk menanamkan kesadaran berperilaku aman dan tertib di jalan raya sejak masa sekolah. Menurutnya, kalangan pelajar memiliki peran sangat vital sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masyarakat, sehingga perlu dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai aspek berkendara maupun berjalan di jalan raya.

“Kami menyadari bahwa pembentukan karakter disiplin dan kesadaran keselamatan tidak bisa dilakukan secara instan. Harus ditanamkan perlahan dan konsisten sejak usia sekolah, agar kelak tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa. Pelajar adalah agen perubahan, sehingga jika mereka sudah paham aturan, mereka bisa mengajak teman sebaya, keluarga, hingga lingkungan sekitar untuk ikut tertib,” ujar AKP Hadi di hadapan para siswa.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dirancang secara edukatif dan interaktif, agar mudah dipahami serta tidak membosankan bagi peserta didik baru. Petugas menyampaikan berbagai hal penting mulai dari jenis-jenis peraturan lalu lintas, arti rambu-rambu jalan, etika berbagi jalan dengan pengguna lain, hingga konsekuensi yang akan diterima jika melanggar aturan maupun menimbulkan kecelakaan.

Salah satu poin penekanan utama yang disampaikan petugas adalah larangan keras bagi pelajar yang belum memenuhi batas usia maupun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah maupun di jalan raya secara umum. Hal ini didasari tingginya risiko kecelakaan yang menimpa pengendara di bawah umur yang belum memiliki kematangan emosional serta keterampilan mengemudi yang memadai.

“Jangan memaksakan diri mengendarai motor sebelum cukup umur dan punya SIM. Kecepatan bukan kebanggaan, keselamatan adalah segalanya. Banyak kasus kecelakaan yang menimpa pelajar hanya karena ingin tampil keren atau tidak sabar menunggu waktu yang tepat, padahal risikonya bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas salah satu anggota Satlantas saat sesi penyuluhan.

Selain materi keselamatan lalu lintas, petugas juga menyampaikan sosialisasi terkait penerapan jam malam bagi pelajar. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan remaja dari berbagai ancaman maupun aktivitas negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kriminal yang sering terjadi di malam hari. Para siswa diharapkan memahami bahwa pembatasan waktu beraktivitas di luar rumah bukan untuk mengekang, melainkan bentuk perlindungan bagi diri mereka sendiri.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh petugas untuk menyampaikan pesan penting terkait lingkungan sekolah yang kondusif. Para siswa diajak untuk bersama-sama menjauhi segala bentuk perundungan atau bullying, baik secara fisik, verbal maupun non-verbal. Mereka diajarkan untuk saling menghormati perbedaan, menjaga solidaritas antar teman, serta membangun budaya saling peduli dan saling membantu di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Selain itu, para siswa juga diperkenalkan lebih dekat dengan profesi Kepolisian Republik Indonesia secara umum, serta tugas dan tanggung jawab khusus Satuan Lalu Lintas. Diharapkan para siswa tidak hanya melihat polisi sebagai penegak aturan yang memberikan sanksi, melainkan juga sebagai pihak yang hadir untuk melindungi, mengayomi, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Satlantas Polres Cirebon Kota menaruh harapan besar agar para pelajar tidak hanya sekadar memahami materi yang disampaikan, melainkan juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, taat aturan, serta berani mengajak orang lain untuk turut menjaga keselamatan di jalan raya.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menambahkan bahwa upaya memberikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang bagi terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Cirebon.

“Kami mengajak seluruh pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi aturan, tidak mengendarai kendaraan sebelum cukup umur dan memiliki SIM, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari diri sendiri,” tutup AKP M. Aris.

Kegiatan Police Goes to School di SMAN 2 Kota Cirebon berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta pemberian kenang-kenangan dari pihak kepolisian kepada sekolah. Satlantas Polres Cirebon Kota berencana akan melanjutkan kegiatan serupa ke sejumlah sekolah lain di wilayah Kota Cirebon dalam waktu dekat. (DjN).

Pos terkait