Diskusi Akrab Bersama Siswa-Siswi SDN Gunung 01, Kapolda Metro Jaya Bangun Karakter Kebiasaan Tertib Sejak Dini

86NEWS.ID – JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto melakukan diskusi akrab dengan siswa-siswi SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam diskusi ini, Kapolda Dadang mengajak para siswa untuk membangun karakter sejak dini melalui kebiasaan tertib, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Ajakan ini disampaikannya saat mengunjungi kelas I C, III A, dan VI C pada Senin, 12 Oktober 2026 pagi.

Melalui tanya jawab langsung, Kapolda Dadang juga mengajak anak-anak bercerita tentang pandangan mereka terhadap polisi serta cita-cita yang ingin diraih. Dia juga mengenalkan polisi sebagai sahabat anak yang hadir untuk melindungi dan membantu.

Bacaan Lainnya

Interaksi ini juga diisi dengan pemberian hadiah kepada siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar sebagai bentuk apresiasi dan dorongan untuk berani berbicara serta aktif belajar.

Salah satu kebiasaan yang ditekankan oleh Kapolda Dadang adalah menggunakan helm saat bepergian dengan sepeda motor, termasuk ketika dibonceng orang tua menuju sekolah.

Kapolda Dadang mengatakan, memakai helm itu bukan sekadar mematuhi aturan, namun juga sebagai kebutuhan untuk melindungi kepala apabila terjadi benturan atau kecelakaan. Anak-anak juga diajak untuk mengingatkan ayah dan ibunya agar selalu memakai helm sehingga keselamatan menjadi kebiasaan bersama dalam keluarga.

Pembentukan karakter juga turut dikenalkan melalui perilaku sederhana di sekolah dan tempat umum. Seperti misalnya, membiasakan antre, menghormati orang lain, mengingatkan kesalahan dengan cara yang baik, serta menolong teman yang mengalami kesulitan. Anak-anak juga diajak untuk menghargai perbedaan, bermain bersama tanpa mengucilkan siapa pun, dan berani meminta maaf serta memperbaiki diri ketika berbuat salah.

Kapolda Dadang juga memotivasi para siswa untuk tekun belajar dan berani menyampaikan cita-cita. Para siswa pun diajak berbagi kebiasaan belajar yang baik. Contohnya seperti memperbanyak membaca, membuat rangkuman pelajaran, berlatih, serta membatasi waktu bermain gim agar tidak berlebihan. Dia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar sebagai bekal meraih masa depan.

Dalam pencegahan perundungan, siswa juga dikenalkan pada berbagai bentuk tindakan yang bisa menyakiti teman. Mulai dari memukul, mengejek, mengucilkan, hingga mempermalukan melalui media sosial. Anak-anak juga diingatkan untuk tidak ikut menertawakan teman yang mengalami perundungan, melainkan membantu dengan cara yang aman dan segera memberitahukannya kepada guru. 

Bercerita bukan mengadu, tetapi mencari pertolongan adalah pesan Kapolda Dadang dalam materi penyuluhan ini. Anak-anak didorong untuk berani meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami perundungan, tersesat, maupun menghadapi kesulitan.

Layanan polisi 110 juga turut dikenalkan sebagai sarana meminta bantuan kepolisian yang dapat dihubungi dengan pendampingan guru atau orang tua.

Kepada kepala sekolah dan guru, Kapolda Dadang memberi penekanan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, namun juga pembentukan etika, adab, dan kepedulian sosial sejak kelas I.

Pembiasaan tersebut perlu ditanamkan melalui keteladanan dan praktik sehari-hari. Sikap sopan dan menghormati orang lain juga harus berjalan seiring dengan keberanian anak untuk bertanya serta menyampaikan persoalan. Sekolah juga diharapkan menyediakan ruang bercerita yang aman dan menindaklanjuti setiap laporan perundungan secara tepat.

Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, edukasi ini tentu diharapkan bisa mempererat kerja sama kepolisian, sekolah, dan keluarga untuk mendampingi tumbuh kembang anak. Setiap anak perlu merasa didengar dan mengetahui bahwa mereka tidak harus menghadapi kesulitan seorang diri. (DjN).

Pos terkait