86NEWS.ID – JAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cinta Polri Indonesia (GMCPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya, Rabu (15/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan aspirasi terkait proses kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol. Asep Edi Suheri, serta meminta adanya keterbukaan mengenai dasar pengambilan keputusan tersebut.
Aksi yang dipimpin Hafiz Corebima berlangsung dengan membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Massa menilai proses pengembangan karier di lingkungan Polri perlu mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan sistem merit agar dapat menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dalam orasinya, Hafiz menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap institusi Polri, melainkan bagian dari kontrol sosial yang bertujuan mendorong tata kelola organisasi yang lebih terbuka.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui indikator maupun pertimbangan yang digunakan dalam setiap keputusan strategis, termasuk terkait promosi jabatan dan kenaikan pangkat pejabat tinggi kepolisian.
GMCPI juga menyoroti informasi yang berkembang mengenai kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya yang dikaitkan dengan perubahan status Polda Metro Jaya menjadi tipe A+. Menurut mereka, apabila benar terdapat kaitan tersebut, maka perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, GMCPI menyampaikan enam tuntutan kepada Kapolri. Di antaranya meminta penjelasan mengenai dasar kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya, melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, mengusut dugaan tindakan represif aparat saat pengamanan aksi unjuk rasa, meminta peninjauan kembali keputusan kenaikan pangkat, menyampaikan mosi tidak percaya terhadap keputusan tersebut, serta meminta Komjen Pol. Asep Edi Suheri memberikan klarifikasi kepada publik.
Hafiz menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun profesionalisme institusi kepolisian.
“Transparansi akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kritik yang disampaikan merupakan bagian dari pengawasan publik agar institusi semakin profesional dan akuntabel,” ujarnya.
Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian. Belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri terkait tuntutan yang disampaikan oleh GMCPI dalam demonstrasi tersebut. (DjN)






