Berkat inovasi digital dan integrasi layanan, Satlantas Polres Sumedang Dikenal Masyarakat dengan Ciri Khas Service Excellent

86NEWS.ID – SUMEDANG – Satlantas Polres Sumedang dikenal masyarakat dengan ciri khasnya selalu menerapkan pelayanan publik yang prima (service excellent). Berkat inovasi digital dan integrasi layanan, upaya ini juga sejalan dengan pemerintah daerahnya yang sering meraih predikat pelayanan prima serta penghargaan nasional dari Kementerian PANRB.

Pelayanan prima yang didedikasikan oleh Satlantas Polres Suban ini merupakan wujud pkomitmen Polri untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, ramah, transparan, dan profesional kepada masyarakat wilayah berjuluk Puseur Budaya Sunda ini. Baik itu pelayanan terkait registrasi pengemudi/kendaraan, penegakan hukum, maupun pengaturan lalu lintas demi kepuasan dan keselamatan Masyarakat.

Bacaan Lainnya

Semisal bentuk dan standar pelayanan registrasi dan identifikasi, Satlantas Polres Sumedang berupaya terus optimal untuk melayani pembuatan serta perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas maupun program SIM Keliling (Simling), maupun pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Samsat maupun program layanan Samsat Keliling (Samling) secara transparan.

Sementara untuk penegakan hukum, juga selalu dioptimalkan pengaturan, penjagaan dan penyekatan arus lalu lintas, sekaligus patroli rutin untuk menciptakan keamanan dan kelancaran jalan raya.

Di bidang keamanan dan keselamatan, edukasi dan sosialisasi gencar dilakukan melalui pogram “Polantas Menyapa” atau Dikmaslantas. Terbaru adalah program “Polantas KARIB” (Kelembagaan, Edukasi, dan Responsif yang Humanis/Inovatif, atau dimaknai sebagai polisi lalu lintas yang dekat dan bersahabat seperti bestie bagi masyarakat) untuk memberi pemahaman tertib berlalu lintas kepada warga setempat.

Penanganan kecelakaan lalu lintas juga direspon cepat dan profesional dalam setiap penyidikan kasus kecelakaan lalu lintas. Jadi benar-benar terlihat TOP BGT.

Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Agus Sukaedi Suryana dalam pernyataannya mengatakan, prinsip dasar pelayanan prima adalah transparan, ramah dan humanis serta cepat dan mudah. Semua pola itu sudah dipakai dan diterapkan di jajaran Satlantas Polres Sumedang.

“Pelayanan kami harus transparan. Artinya ada kejelasan biaya, syarat, dan alur prosedur pelayanan juga jelas dan tak ada pungutan liar.  Para personel pelayanan juga harus selalu melakukan sambutan santun kepada setiap pemohon atau masyarakat di lapangan,” kata AKP Agus, Minggu, 8 Agustus 2026.

“Pemanfaatan sistem digital atau antrean juga harus cepat dan teratur untuk memangkas waktu tunggu proses pelayanan,” tambahnya.

Dijelaskannya juga, selain berpaku pada prinsip kerja Polantas Presisi, ppola kerja yang dilakukan oleh Satlantas Polres Sumedang juga mengadopsi falsafah “Insun Medal, Insun Madangan” yang diikrarkan oleh legenda rakyat Prabu Tajimalela dari Kerajaan Sumedang Larang.

Falsafah yang diartikan dalam bahasa “Aku dilahirkan, aku menerangi” ini menjadi landasan moral bagi seluruh personel Satlantas Polres Sumedang untuk melayani dan menerangi kehidupan masyarakatnya.

Secara historis, falsafah Insun Medal, Insun Madangan adalah ungkapan dari Prabu Tajimalela yang menegaskan bahwa kehadiran seorang pemimpin atau pelayan masyarakat itu bukan untuk dilayani. Namun sebaliknya untuk mendedikasikan hidupnya memberi pencerahan, solusi, dan kebaikan bagi sesama.

“Sumedang Larang sendiri bermakna sesuatu yang tidak ada tandingannya atau sesuatu yang sakral atau luar biasa. Mencerminkan kualitas pengabdian dan pelayanan yang paripurna serta bernilai luhur buat rakyat atau masyarakat,”jelas Agus lagi.

Kanit Regident Satlantas Polres Sumedang, Ipda Iip Lipda Sugilar juga turut menambahkan. Dia mengatakan, pola kerja jajaran Satlantas Polres Sumedang, khususnya di bagian pelayanan, itu benar-benar mengadopsi nilai luhur dari sejarah dan babad Sumedang yang dicetuskan oleh Prabu Aji Putih dan Prabu Geusan Ulun. Kedua prabu ini mewariskan nilai kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan rakyat dan menjaga keharmonisan wilayah.

Dalam penerapan nilai budayanya, ada pemahaman dari ungkapan Pamrih Nyaring yang berarti pelayanan itu didasari oleh ketulusan tanpa pamrih pribadi.

Kemudian juga ada ungkapan Ngahiji yang berarti bersatu padu antara pemimpin dan masyarakat untuk menghadapi masalah. Kemudian juga ungkapan Madangan Sesama yang berarti menjadikan keputusan publik sebagai sarana menyejahterakan rakyat, layaknya arti dari Madangan (menerangi).

“Kami di Satlantas Polres Sumedang itu benar-benar bekerja Presisi mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Presisi sendiri kan artinya Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Jadi artinya, kami itu benar-benar bekerja dan berbaur dengan masyarakat Sumedang untuk mewujudkan kepuasan yang berkelanjutan. Seperti itulah fakta kerja kami di lapangan,” papar Ipda Iip.

Pos terkait