86NEWS.ID – INDRAMAYU – Penyidik Polres Indramayu resmi menetapkan A, pengemudi truk wing box, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut di jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Insiden tragis tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka.
Penetapan tersangka ini dilakukan setelah kepolisian mengumpulkan alat bukti yang kuat melalui serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, didampingi Kasat Lantas AKP Undang Syarif Hidayat, mengonfirmasi bahwa pria asal Kabupaten Purwakarta tersebut kini telah mendekam di sel tahanan.
“Kami telah menetapkan satu orang tersangka, yakni pengemudi truk wing box berinisial A, dan yang bersangkutan telah dilakukan penahanan,” ujar Fajar, Jumat (17/7/2026).
Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Atas pelanggaran tersebut, ia terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun.
Hingga saat ini, Polres Indramayu masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara detail faktor-faktor penyebab kecelakaan serta merampungkan seluruh rangkaian penyidikan.
Diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7/2026). Tiga kendaraan terlibat dalam insiden itu, yakni satu mobil pikap dan dua truk.
Peristiwa bermula saat mobil pikap yang mengangkut 18 orang dalam perjalanan pulang ke Lelea setelah mengantar rombongan pengantin di Kecamatan Kandanghaur. Kendaraan tersebut berhenti di lajur kanan jalan untuk berputar arah melalui titik u-turn.
Saat berhenti, pikap dihantam dari belakang oleh truk Hino wing box hingga terdorong ke jalur berlawanan. Pada waktu bersamaan, sebuah truk dari arah depan kembali menabrak pikap sehingga mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Sebanyak 12 orang meninggal dunia, dengan tiga korban meninggal di lokasi kejadian dan sembilan lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Sementara enam korban selamat masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon Indramayu. (DjN)






