86NEWS.ID – JAKARTA – Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea bersikap Arogan dan Celometan (celamitan) karena merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Cocok di boikot pengacara celometan ini, arogan n mulut sampah,” kata Kombes Budi dalam grup whatsapp wartawan Minggu (17/7/26).
Kabidhumas geram dengan celotehan Hotman yang dinilai merendahkan profesi wartawan. Ia juga mengajak untuk memboikot pengacara kondang itu.
Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea. Celotehan nya dinilai merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan berpotensi mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa bertanya kepada narasumber merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas jurnalistik dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Oleh karena itu, setiap narasumber, termasuk advokat, memiliki hak untuk menjawab atau menolak menjawab pertanyaan, namun tetap berkewajiban menjaga etika komunikasi dan menghormati profesi wartawan.
“Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers,” ujar Akhmad Munir di Jakarta, Minggu (19/07).
Hotman Paris menuai kritikan tajam atas celotehannya yang dinilai merendahkan harkat dan martabat wartawan. Persoalannya berawal saat berlangsung jumpa pers kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung.
Ketika itu Hotman menyindir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai melakukan ‘pembangkangan’ karena melakukan penggeledahan tanpa minta izin terlebih dulu kepada Presiden Prabowo.
“Berarti ada hidden agenda ya bang?” pancing wartawan. Hotman pun menimpali, “tanya kakekmu, masak tanya gw. Tanya kakek mu lah. Sut up.”
“Kalau lu punya otak tentu lu tau jawabannya!” lanjut Hotman sinis. (MeL).






