86NEWS.ID – GARUT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Garut, Jawa Barat, membuat terobosan dengan membangun pojok baca di ruang tunggu pembuatan SIM bagi warga.
Bagi anda yang pernah mengalami kejemuan saat antre membuat surat izin mengemudi atau SIM di kantor Satpas? Nah, sekarang ada solusinya.
Kasat Lantas Polres Garut Akp Aang Andi Suhandi, S,AP mengatakan, banyaknya warga yang menunggu saat pembuatan SIM, mesti diimbangi fasilitas pelayanan yang prima.
Kini, sedikitnya ada 1.000 buku berbagai judul dan disiplin ilmu hasil sumbangan setiap anggota Satlantas. Semua itu bisa dinikmati para pembuat SIM dengan cuma-cuma.
“Tapi, ada juga sumbangan dari berbagai pihak,” ucap dia, Jumat (15/8/2025).
Menurut Aang, program pojok baca ini masih terbilang baru. Namun, besarnya animo warga serta perhatian para anggota, koleksi buku pun terus bertambah. Kini, buku umum sampai buku pendidikan berlalu lintas tersedia dengan gratis.
Ia mengakui fasilitas itu memang belum sempurna, tapi pihaknya terus berupaya memberikan layanan prima penunjang penerbitan SIM. “Ini juga sesuai dengan program Polri ikut mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Dandi (37), warga Kecamatan Tarogong salah satu pemohon SIM, mengaku cukup senang dengan adanya fasilitas pojok baca di tempat pembuatan SIM. Dengan fasilitas itu, ia bisa membaca buku sambil menunggu pengambilan SIM yang sudah jadi.
“Tapi bisa jadi tempat istirahat juga tempatnya cukup tepat dekat dengan lokasi pengujian,” ujarnya.
Pojok baca yang dibangun di ruang pelayanan SIM Polres Garut berada di sudut ruangan pelayanan SIM. Dua rak besar tempat buku-buku tersebut dipasang memanjang di sudut tersebut.
Setiap rak dibuat bagian pemisah, disesuaikan dengan tema buku bacaan yang disediakan bagi warga yang sedang menunggu antrean pembuatan SIM. Adapun tema-temannya antara lain kesehatan, hiburan, keamanan, dan keselamatan hingga agama.
Ide bacaan murah dan gratis yang diberikan Satlantas Polres Garut memang bukan pertama. Sebelumnya, mobil ranger patroli yang biasanya membawa para pelaku kejahatan lalu lintas, disulap jadi perpustakaan keliling (pusling). (Djn).
“
.






