86NEWS.ID – BANDUNG – Memasuki hari kesembilan Operasi Zebra Lodaya 2025 di Wilayah Hukum Polrestabes Bandung terus menunjukkan dampak positif di lapangan. Kasat Lantas Polrestabes Bandung AKBP Wahyu Pristha Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan, kegiatan yang kini memasuki hari kesembilan berjalan kondusif tanpa muncul kejadian yang mencoreng citra kepolisian.
“Mulai melaksanakan kegiatan Operasi Zebra Lodaya ini sudah hari ke-9 di mana kegiatannya masih berlangsung dan alhamdulillah tidak ada kejadian-kejadian yang membuat citra negatif,” ujar Wahyu. kepada 86news.id. Selasa (25/11/2025).
Wahyu menegaskan bahwa penegakan hukum dalam Operasi Zebra Lodaya kini lebih transparan dan humanis, dengan mayoritas pelanggaran ditindak melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile. Sistem ini dinilai mampu menekan potensi pungli dan memperkuat kepercayaan publik.
“Mayoritas penegakan hukum sudah menggunakan ETLE. Penegakan hukum menggunakan tilang konvensional berada di bawah pelaksanaan penegakan hukum yang menggunakan sarana ETLE. Ini menjadi salah satu tolak ukur,” jelas Wahyu
Selain penindakan, penertiban balap liar dan penataan pengguna jalan juga menunjukkan hasil baik. Berdasarkan laporan intelijen media, respons publik di media sosial menunjukkan tren positif dan menilai Operasi Zebra berhasil meningkatkan ketertiban lalu lintas.
“Kegiatannya masih tetap berlangsung sampai dengan tanggal 30 atau akhir minggu ini,” tambah Wahyu.
Pekan ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Apel Kasatwil di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, yang dihadiri 508 Kapolres, 36 Kapolda, 36 Karo Ops, serta jajaran PJU Mabes Polri. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi internal dan penguatan integritas jajaran Polri.
“Kalau Pak Kapolri bilang, saatnya kita melakukan taubatan nasuhah, introspeksi diri. Ini kegiatan yang serius dan harus menular ke seluruh Insan Bhayangkara,” tegasnya. (Djn.






