86NEWS.ID – CIREBON KOTA – Di balik kemudi bus malam, para sopir memikul tanggung jawab besar.
Mereka harus mengantarkan penumpang menempuh perjalanan jauh, menjaga konsentrasi di tengah rasa lelah, dan memastikan keselamatan setiap orang di dalam bus.
Namun, bagaimana jika kondisi fisik dan keluhan mereka selama bekerja di jalan raya tidak mendapat perhatian?
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Cirebon Kota menghadirkan pendekatan berbeda.
Alih-alih hanya melakukan penertiban, polisi memilih duduk bersama para sopir dan kernet bus malam, berbincang santai sambil menikmati secangkir kopi.
Suasana hangat itu berlangsung di Terminal Tipe A Harjamukti, Kota Cirebon, Senin (26/10/2026) malam.
Sekitar 40 pengemudi dan kernet bus mengikuti kegiatan silaturahmi yang diisi sosialisasi keselamatan berlalu lintas serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Di sela obrolan, polisi juga membuka ruang bagi para pengemudi untuk menyampaikan keluhan dan berbagi pengalaman selama bekerja di jalan raya.
Pendekatan humanis ini menjadi upaya membangun kedekatan antara polisi dan pengemudi.
Lebih dari sekadar mengingatkan aturan, kegiatan tersebut menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas berkaitan erat dengan kondisi fisik, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap nyawa manusia.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan humanis.
Salah satunya dengan menjalin silaturahmi bersama masyarakat, khususnya pengemudi bus malam.
“Kegiatan itu melibatkan jajaran Satlantas Polres Cirebon Kota, mulai dari KBO Satlantas, Kanit Regident, Kanit Kamsel, hingga personel Sie Dokkes. Kepala Terminal Tipe A Harjamukti dan pengurus agen perusahaan otobus juga turut mendukung pelaksanaannya,” ucapnya, Rabu (28/10/2026).
Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Hadi menambahkan, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Pasalnya, kondisi fisik pengemudi sangat menentukan keselamatan perjalanan malam yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
“Kegiatan itu melibatkan jajaran Satlantas Polres Cirebon Kota, mulai dari KBO Satlantas, Kanit Regident, Kanit Kamsel, hingga personel Sie Dokkes. Kepala Terminal Tipe A Harjamukti dan pengurus agen perusahaan otobus juga turut mendukung pelaksanaannya,” ucapnya, Rabu (28/10/2026).
Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Hadi menambahkan, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Pasalnya, kondisi fisik pengemudi sangat menentukan keselamatan perjalanan malam yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
“Kelelahan atau gangguan kesehatan sekecil apa pun berpotensi memengaruhi keselamatan pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para sopir dan kernet juga diingatkan mengenai pentingnya disiplin berkendara serta menjaga kondisi tubuh selama bertugas.
Bagi para pengemudi, perjalanan bukan sekadar soal menempuh jarak atau mengejar jadwal keberangkatan.
Ada keluarga yang menunggu mereka pulang, sementara para penumpang mempercayakan keselamatan perjalanan kepada mereka.
“Bagi para pengemudi, perjalanan bukan semata soal menempuh jarak dan mengejar jadwal keberangkatan. Ada keluarga yang menunggu mereka pulang, begitu pula penumpang yang menitipkan keselamatan sepanjang perjalanan,” ujarnya.
Ngopi Bareng Jadi Cara Polisi Bangun Kesadaran
Secangkir kopi dan obrolan sederhana di terminal malam itu membawa pesan penting: keselamatan di jalan perlu dibangun melalui kepedulian, komunikasi, dan kesadaran bersama.
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Cirebon Kota berupaya menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak selalu identik dengan razia dan penindakan.
Duduk bersama, mendengarkan keluhan, serta memberikan imbauan dengan cara bersahabat juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan di jalan raya.
“Lewat Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Cirebon Kota berupaya menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak selalu harus identik dengan razia dan penindakan. Duduk bersama, mendengarkan, serta mengingatkan dengan cara yang bersahabat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya,” pungkasnya. (DjN).






