Korlantas Polri Bentuk Personel Pengawalan Lalu Lintas yang Humanis Lewat Uji Kompetensi

86NEWS.ID – SERPONG – Pelaksanaan Uji Kompetensi Pengawalan Lalu Lintas yang diselenggarakan oleh Korlantas Polri bagi personel dari berbagai Polda di Indonesia telah memasuki hari kedua, Kamis (21/5/2026).

Setelah fokus pada ujian praktik pengawalan VIP di hari pertama, agenda hari kedua dilanjutkan dengan uji lisan, wawancara, hingga penyusunan administrasi hasil ujian.

Bacaan Lainnya

Asesor Pengawalan, Kompol Wiratno memaparkan bahwa esensi utama dari seluruh rangkaian ujian ini, khususnya pada aspek praktik pengawalan, adalah untuk membentuk kompetensi personel yang lebih mengedepankan pendekatan humanis di lapangan.

“Baik, yang jelas yang terpenting adalah mereka biar kompeten dalam tugasnya. Itu lebih pada ke biar lebih soft, tidak arogan di jalan saat mengawal, seperti itu. Sekarang sudah jadi atensi pimpinan juga,” ujar Kompol Wiratno saat memberikan keterangan di sela-sela ujian.

Lebih lanjut, Kompol Wiratno menjelaskan bahwa uji kompetensi ini juga menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan standar operasional prosedur (SOP) pengawalan di seluruh wilayah Indonesia. Terkait jalannya ujian praktik, ia menilai para peserta menunjukkan adaptasi yang sangat baik.

“Ada juga yang memang biasa menggunakan kendaraan roda dua, sekarang menggunakan roda empat atau sebaliknya. Ada sedikit penyesuaian itu saja. Tapi langsung mereka bisa menyesuaikan. Hampir hampir nyaris tidak ada kendala,” jelasnya.

Melalui evaluasi di hari kedua ini, tim asesor berharap predikat kompeten yang nantinya diraih oleh para peserta dapat diimplementasikan secara nyata di kesatuan asal masing-masing, baik dari segi keterampilan maupun perilaku berkendara.

“Diharapkan setelah mendapatkan predikat kompeten dalam hal pengawalan, dapat dibawa ke satuan masing-masing yang terbaik. Hasil apa yang dilatihkan kemarin, hasil juga yang diujikan itu dibawa ke wilayah masing-masing. Dengan attitude pengawalannya, dengan knowledge atau pengetahuan yang mereka sudah dapat dan keterampilan yang mereka dapat, diterapkan di wilayah masing-masing,” pungkas Wiratno. (Djn).

Pos terkait