86NEWS.ID – JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. memaparkan lima agenda besar operasi lalu lintas yang akan dijalankan dalam satu tahun. Salah satu fokus utama ke depan adalah penanganan kendaraan Over Dimension dan Overload melalui penegakan hukum, edukasi, hingga digitalisasi sistem pengawasan, Rabu (20/5). Hal tersebut kata Irjen Pol. Agus Suryonugroho sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut Operasi Keselamatan akan menjadi langkah awal dengan fokus pada kendaraan Over Dimension dan Overload.
“Kami (Korlantas Polri) punya lima agenda besar dalam satu tahun. Pertama Operasi Keselamatan. Di tahun 2027, pada saat Operasi Keselamatan, sasaran kami prioritas salah satunya adalah Over Dimension dan Overload,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Selain itu, Kakorlantas Polri juga mengungkapkan keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, salah satu indikatornya yakni adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kedua Operasi Ketupat 2026 sudah berhasil. Saya juga mohon maaf, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tegas, bahwa sumbu tiga dilarang operasional. Ini dampaknya adalah peristiwa kecelakaannya turun 33%,” jelas Kakorlantas Polri.
Dalam waktu dekat, Polri kata Irjen Pol. Agus Suyonugroho juga akan menggelar Operasi Patuh dengan pendekatan penegakan hukum yang tetap mengedepankan sisi humanis kepada masyarakat.
“Ketiga Operasi Patuh, 1, 2, 3 minggu lagi kami ada Operasi Patuh, sasarannya penegakan hukum yang optimal, tetapi kami (Polantas) harus humanis. Kami mengharapkan kesadaran, kepatuhan, dan ketertiban berlalu lintas saya kembalikan ke rekan-rekan semuanya (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia),” ungkap Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Lebih lanjut, Kakorlantas menyampaikan, pendekatan serupa juga akan diterapkan dalam Operasi Zebra hingga pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Keempat Operasi Zebra, penegakan hukum diutamakan, tetapi kami akan melakukan kegiatan yang humanis. Dan terkahir Operasi Natal dan Tahun Baru,” jelas Kakorlantas Polri.
Terkait penanganan kendaraan Over Dimension dan Overload, Kakorlantas menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, kementerian, dan kepolisian.
“Strategi untuk menangani bagaimana Over Dimension dan Overload tentunya harus kolaborasi. Dari kementerian sudah membuat blueprint. Dari kepolisian juga sudah membuat program-program sosialisasi dan edukasi, sampai yang paling terpenting adalah digitalisasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Agus Suryonugroho menuturkan, pemanfaatan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan sistem Weigh In Motion (WIM) akan menjadi bagian penting dalam pengawasan kendaraan Over Dimension dan Overload secara modern dan terintegrasi.
“ETLE nanti begitu meng-capture (merekam), ini diduga Over Dimension Overload sudah bisa. Termasuk juga gerakan-gerakan dari pemerintah yang sekarang sudah pasang WIM (Weigh In Motion) agar kita bisa meminimalisir pelanggaran baik itu Overload dan Over Dimension,” pungkas Kakorlantas Polri. (Djn).






