86NEWS.ID – JAKARTA – Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menyebut kesiapan Korlantas mengamankan mudik 2026 sudah 100 persen.
Hal ini dikatakan Bigjen Pol Faizal dalam kegiatan Pelepasan Tim Mudik Gesit 2026 Kompas TV, di Menara Kompas TV, Palmerah, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
“Setelah melalui berbagai tahapan persiapan mulai dari survei lapangan, rapat lintas sektoral, Tactical Floor Game (TFG), hingga latihan pra-operasi. Operasi kemanusiaan ini secara resmi mulai diberlakukan pada 13 April hingga 26 April 2026, ditandai dengan gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI di Monas,” ujar Bigjen Pol Faizal dalam kegiatan Pelepasan Tim Mudik Gesit 2026 Kompas TV, di Menara Kompas TV, Palmerah, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Brigjen Pol Faizal pun menjelaskan, dalam mendukung kelancaran operasi ini, Polri mengerahkan sebanyak 317.666 personel yang ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Ia pun menegaskan, ribuan posko telah disiagakan, mencakup 2.756 pos yang terbagi dalam kategori pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu.
“Langkah pengamanan ini diambil secara serius mengingat hasil survei bersama Kementerian Perhubungan memprediksi adanya dua gelombang puncak mudik, yakni pada 14-15 April 2026 dan 18-19 April 2026, serta arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24-25 April 2026 dan 28-29 April 2026,” imbuhnya.
Strategi pengamanan tahun ini difokuskan pada lima klaster utama yang memerlukan antisipasi tinggi.
Sektor pertama adalah jalur tol beserta fasilitas rest area, yang diikuti oleh jalur arteri sebagai fokus utama karena menjadi titik pertemuan kendaraan yang keluar dari jalan tol.
Selain itu, titik-titik penyeberangan strategis seperti Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk juga mendapatkan perhatian khusus guna mencegah kepadatan.
Brigjen Pol Faizal juga menyoroti pengamanan di tempat wisata sebagai langkah preventif berdasarkan evaluasi kecelakaan pada tahun 2024 dan 2025, serta pengamanan tempat ibadah untuk mengantisipasi penumpukan massa saat kedatangan maupun kepulangan jemaah.
Menariknya, indikator keberhasilan operasi tahun ini tidak hanya bertumpu pada keamanan dan kelancaran lalu lintas semata, tetapi juga mencakup stabilitas harga pangan di masyarakat.
“Indikator kami dari Kepolisian itu bukan hanya keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas, tapi juga harga pangan. Ini tidak kalah penting,” pungkas Brigjen Pol Faizal. (Djn).






