86NEWS.ID – CIANJUR – Aksi humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur. Di tengah tugas pengaturan arus lalu lintas, para personel polisi membantu seorang anak laki-laki yang menangis histeris setelah terpisah dari ibunya di sekitar Simpang Hanjawar, Cipanas.
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi pada Sabtu sore, 21 Maret 2026, sekitar pukul 17.30 WIB.
AKP Aang menjelaskan bahwa kejadian bermula saat tiga personelnya, yakni Bripda Rizky Haykal, Bripda Fathir, dan Briptu Zundi, sedang bersiap melaporkan situasi arus lalu lintas di sekitar Pos 3 Cepu Simpang Hanjawar.
“Saat personel kami, Briptu Zundi, hendak mengambil dokumentasi video laporan arus, ia melihat ada seorang anak laki-laki menangis sendirian di pinggir jalan. Spontan anggota langsung menghampiri untuk mengecek kondisinya,” ujar AKP Aang saat dikonfirmasi wartawan, pada Minggu (22/3/2026).
Setelah ditanya, anak tersebut mengaku ditinggal oleh sang ibu saat dalam perjalanan pulang dari pemakaman. Diduga terjadi kesalahpahaman atau komunikasi yang terputus sehingga anak tersebut tertinggal di lokasi.
Melihat kondisi psikis sang anak yang trauma dan ketakutan, anggota Satlantas melakukan pendekatan persuasif dengan mengajaknya berbelanja makanan ringan di Alfamart terdekat.
“Anggota kami berupaya menenangkan mental anak tersebut terlebih dahulu. Setelah diberikan jajan dan diajak mengobrol santai, barulah anak itu mulai tenang dan bisa memberikan informasi mengenai alamat rumahnya,” lanjut AKP Aang.
Meski tidak ingat alamat rumah utamanya, anak tersebut mampu menunjukkan arah menuju rumah neneknya yang berlokasi di wilayah Kampung sekitar Bumi Cimacan.
Tanpa membuang waktu, personel Satlantas langsung mengantarkan anak tersebut menggunakan kendaraan dinas melewati beberapa kawasan perumahan sesuai instruksi sang anak. Perjalanan berakhir bahagia saat anak tersebut berhasil sampai dan diserahkan langsung kepada pihak keluarga di kediaman neneknya.
AKP Aang mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dan selalu memastikan keberadaan anggota keluarga saat berada di keramaian atau tempat umum.
“Kami senang anak tersebut sudah kembali ke rumah dengan selamat. Ini adalah bagian dari tugas kami, tidak hanya mengatur jalan, tapi juga mengayomi masyarakat dalam situasi apa pun,” tutupnya. (Djn).






