86NEWS.ID – JAKARTA – Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Soeprato, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, terbakar di siang bolong, dan dikabarkan 22 orang tewas terpanggangm (15 orang perempuan dan 7 orang laki-laki). Penyebab kebakaran yang diduga dari korseleting baterai drone lalu meledak dan memercikkan api.
Kebakaran mulai terjadi pada hari Selasa sekitar pukul 12.45 di lantai 1 gedung yang menjual drone. Saat api mulai berkobar, puluhan karyawan, pembeli, dan lainnya berusaha menyelamatkan diri, naik ke lantai di atasnya. Namun ternyata kobaran api semakin besar dan menjalar ke lantai dua, tiga, dan seterusnya. Saat itu teriakan panik, jerit tangis, disertai doa, terdengar di lantai atas yang mana mereka sedang berupaya menghindari amukan si jago merah.
Tak lama kemudian, sejumlah petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dan Jakarta Pusat mulai berdatangan mengerahkan belasan unit mobil pemadam. Para petugas langsung bekerja keras berupaya memadamkan kobaran api.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan berdasarkan informasi sementara disebutkan terdapat 20 korban meninggal dunia. Mereka ditemukan petugas dalam kondisi gosong, tergeletak di lantai 2 maupun 3. Sementara itu petugas juga berhasil mengevakuasi sejumlah korban selamat yang dipandu turun ke lantai 1 menggunakan tangga.
“Informasi sementara menyebut sedikitnya ada 20 korban meninggal dunia, tapi data ini kemungkinan bisa berubah,” kata Isnawa, Selasa (9/12/2025). Para korban tewas mulai dilakukan evakuasj setelah api berhasil dikuasai sekira dua jam kemudian. Petugas sambil membawa kantong jenazah, naik turun gedung tujuh lantai untuk evakuasi korban tewas.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra juga membenarkan adanya puluhan korban tewas. Dia mengatakan, proses pemadaman masih berlangsung. Kepolisian sudah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Penanganan belum selesai,” kata dia. (Mel).






