Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik, Luhut Pandjaitan Resmi Laporkan Haris Azhar dan Fatia ke Polda Metro Jaya

86NEWS.ID – JAKARTA – Kasus dugaan pencemaran nama baik, Menteri Koordinator Maritim dan investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan resmi melaporkan ke Polda Metro Jaya. Rabu (22/9/21).

Kepada wartawan, Luhut menyampaikan, pihaknya melalui kuasa hukum, Juniver Girsang, melaporkan secara pidana dan perdata.

Bacaan Lainnya

“Ya karena sudah dua kali (somasi) dia nggak mau (minta maaf) saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan,” kata Luhut di Jakarta, Rabu (22/9)

Sampai dilaporkannya dugaan pencemaran nama baik, Luhut mengaku belum ada komunikasi.

“Kamu sudah disomasi sama Pak Juniver dua kali kan sudah cukup,” ujarnya.

Selama ini, kata Luhut, pihaknya telah meminta bukti-bukti kepada terlapor Haris Azhar dan Fatia dari Kontras. Namun menurutnya, bukti yang diminta tidak ada.

“Saya ingatkan tidak ada kebebaaan absolut semua kebebasan bertanggung jawab jadi saya punya hak untuk bela hak azasi saya,” kata Luhut.

“Saya tidak melakukan itu, tidak ada. Jadi saya kira pembelajaran kita semua masyarakat,” tambahnya.

Sementara, kuasa hukum Luhut, Juniver Girsang menambahkan, ada sejumlah barang bukti yang dibawa diantaranya, rekaman video yang diserahkan kepada penyidik.

“Memang pak Luhut langsung yang membuat laporan. Ini buktinya, dan pasal yang sudah dilaporkan ini ada sampai 3 pasal. Pertama UU ITE, kemudian Pidana Umum, dan mengenai berita bohong,” kata Juniver.

Dijelaskan Juniver, dalam gugatan perdata, kliennya menuntut terlapor dalam dugaan kasus pencemaran nama baik. Gugatannya Rp 100 milyar. Jika gugatan perdata dikabulkan, uangnya akan disumbangkan kepada masyarakat Papua.

“Itulah saking antisiasnya beliau membutikan apa yang dituduhkan itu tidak benar dan merupakan fitnah pencemaran,” terang Juniver.**JAY.

Pos terkait