Subdit Cybercrime PMJ Ringkus Sepasang Kekasih Asal Sidrap

Jakarta – 86News – Penyidik Subdit Cybercrime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya meringkus tiga pelaku warga asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, diduga melakukan penipuan dengan modus menjual sertifikat vaksinasi bagi warga yang tidak ingin jalani tes PCR dan tes swab.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, ketiga pelaku diantaranya inisial SKY, dan SS.

Bacaan Lainnya

“Mereka ini warga disalah satu kabupaten di Sulsel yang bekerja semacam ini (menipu). Salah satu pelaku tidak ditampilkan karena sedang isolasi mandiri katena positif Covid 19,” kata Yusri yang didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliyansah Lubis kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/7).

Yusri menuturkan, tersangka berinisial SKY dan SS diketahui pasangan kekasih. SKY ini otak dari kasus penipuan.

“SS ini seorang wanita dan SKY laki-laki berpacaran. SKY inilah yang mengotaki dan menyuruh kepada SS yang menawarkan lewat facebook menyiapkan sertifikat vaksinasi 1 dan 2 kepada siapapun yang akan bepergian tanpa harus menjalani tes swab atau PCR,” jelas Yusri.

Yusri menambahkan, pelaku memasang tarif Rp400- Rp700 ribu. Namun, setelah uang ditranfer sertifikat tidak pernah muncul.

“Para korban lalu melapor ke Polda Metro Jaya,” ujar Yusri.

Yusri mengungkapkan, pihaknya menangani dua laporan polisi (LP) dari tiga pelaku.

“Masyarakat tinggal bawa saja KTP dan datang ke gerai yang ada di Polda Metro Jaya semuanya gratis tidak perlu harus membayar Rp400 ribu,” pinta Yusri

Yusri mengatakan, Polda Metro Jaya sudah menargetkan pada tanggal 17 Agustus 2021 yang bertepatan dengan HUT Ri seluruh warga Ibu Kota Jakarta sudah di vaksinasi.

“Ada 111 gerai ( vaksinasi) diwilayah Polda Metro Jaya. Saat ini masih berlangsung ada 8.000 setiap hari. Pada Agustus vaksinasi 100 persen. Sekarang ini baru 80 persen warga Jakarta. Nanti, 17 Agustus sudah 100 persen,” pungkas mantan Anjak Divisi Humas Polri ini.

Pelaku dijerat UU ITE dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Djaya

Pos terkait