Sistem ETLE Perkuat Penegakan Hukum, Korlantas Polri: Gakkum Kunci Tekan Kecelakaan

86NEWS.ID – BOGOR – Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal menegaskan bahwa fungsi penegakan hukum (Gakkum) menjadi kunci utama sebagai garda keselamatan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, seiring penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Rabu (29/4/2026).

Dalam arahannya, Brigjen Pol. Faizal menyoroti bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas tidak hanya berbicara soal penindakan, tetapi mencakup langkah preemtif, preventif hingga represif yang terintegrasi.

Bacaan Lainnya

“Intervensi penanganan kecelakaan itu paling banyak ada di Gakkum. Mulai dari preemtif, preventif, sampai represif, semuanya ada di sini,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa orientasi utama jajaran lalu lintas harus berfokus pada keselamatan masyarakat, bukan sekadar angka administratif.

“Setiap operasi yang ditampilkan itu data kecelakaan, bukan yang lain. Artinya apa? Keselamatan itu yang utama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kecelakaan dan fatalitas menjadi indikator nyata kinerja jajaran di lapangan. Ia mencontohkan capaian pada Operasi Ketupat dalam dua tahun terakhir yang menunjukkan tren positif.

“Jumlah kendaraan bertambah, jalan bertambah, tapi kecelakaan bisa turun. Fatalitas juga turun. Artinya ada upaya yang dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol. Faizal mengingatkan pentingnya membangun kesadaran, ketaatan, dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Sadar saja tidak cukup. Harus taat dan patuh. Kalau tidak, percuma,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, peran ETLE dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan efektif.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk tidak terjebak pada orientasi tertentu, melainkan menjiwai tugas sebagai pelindung keselamatan masyarakat.

“Kita ini pahlawan keselamatan. Kita mencegah orang meninggal di jalan, itu luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan tugas lalu lintas tidak selalu diukur dari angka semata, tetapi dari proses dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Jangan hanya lihat angka. Tapi bagaimana proses angka itu bisa turun. Itu kerja keras rekan-rekan semua,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Brigjen Pol. Faizal menegaskan bahwa menjaga marwah polisi lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, dengan mengedepankan kinerja, soliditas, dan dedikasi.

“Marwah polisi lalu lintas ada di kita semua. Jaga dengan kinerja yang baik dan niat untuk menyelamatkan masyarakat,” tutupnya. (Djn).

Pos terkait