Sinergi Bersama Satlantas dan Instansi Terkait, DLH Cianjur Tebang Pohon Tua Sepanjang Jalan Raya Cianjur-Bandung

86NEWS.ID – CIANJUR – Menjelang datangnya musim penghujan, potensi ancaman pohon tumbang kembali menjadi sorotan serius di Kabupaten Cianjur

Merespons situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur (DLH Cianjur) mengambil langkah cepat dengan memangkas serta menebang pohon-pohon tua yang dinilai Piho sudah tidak layak dan berisiko membahayakan keselamatan warga. 

Bacaan Lainnya

Langkah pencegahan ini difokuskan di sepanjang Jalan Raya Cianjur-Bandung mulai dari arah barat hingga kawasan depan RS Edelweiss Bentang Salapan, Jawa Barat.

Dalam pelaksanaannya, instansi tersebut merangkul berbagai pihak untuk menciptakan kolaborasi tim gabungan lintas instansi.

Sinergi ini melibatkan jajaran Satlantas Polres Cianjur, PLN, Dinas PUTR, BPBD, Perkim, Dinas Perhubungan, hingga tim Relawan Tanggap Bencana sebagai strategi mitigasi dalam menghadapi potensi Cuaca Ekstrem

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur Ahmad Mutawali menjelaskan bahwa penanganan pohon rawan ini membutuhkan kekuatan bersama karena jumlahnya yang cukup banyak dan terletak di jalur lalu lintas padat.

“Kalau sendiri tentu tidak kuat karena pohonnya banyak bahkan rencananya akan dilanjut sampai ke perbatasan Cianjur bagian timur. Kami dibantu berbagai pihak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima 86news.id Sabtu (3/10/2026). 

Menurutnya pohon berusia tua memiliki tingkat risiko tinggi, terlebih jika keberadaannya sangat dekat dengan instalasi jaringan listrik maupun jalan raya utama.

“Karena pohon yang sudah tua dan dimakan usia risikonya sangat tinggi, jangan sampai terjadi adanya kecelakaan bagi pengguna jalan atau mengganggu jaringan kabel PLN yang berdampak kepada masyarakat,” katanya. 

Ahmad kembali menegaskan bahwa langkah turun ke jalan ini merupakan upaya deteksi dan pencegahan dini, bukan sekadar penanganan setelah bencana terlanjur terjadi.

“Makanya kita gerak cepat untuk memangkas dan memotong pohon – pohon yang sudah tua. Kita mulai dari depan Dishub sampai daerah Tungturunan dan Ciranjang,” ucapnya. 

Di samping keterlibatan aparatur, ia juga membuka ruang bagi partisipasi komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mitigasi bencana.

“Kami sangat terbuka dan berharap apabila bagi masyarakat atau komunitas dan organisasi lainnya yang ingin membantu kegiatan dengan ikhlas,” tuturnya.

Terlebih pihaknya mengharapkan keikutsertaan dari berbagai instansi baik pihak kecamatan dan pemerintahan desa guna mempercepat proses pengerjaannya, karena ini merupakan kepedulian dan kepentingan bersama.

Lebih jauh dirinya juga mengingatkan agar penanaman pohon jenis trembesi perlu dipertimbangkan dengan matang terkait karakter akar pertumbuhannya bila berdekatan dengan jalan.

Melalui pendekatan menyeluruh tersebut, penataan vegetasi jalan ke depannya diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek keselamatan jangka pendek semata, melainkan juga untuk membangun ruang terbuka hijau yang lebih tertata dan berkelanjutan. 

“Memasuki musim penghujan kewaspadaan menjadi kunci, pohon yang berisiko ditangani sebelum tumbang, sementara keselamatan pengguna jalan ditempatkan sebagai prioritas utama,” imbuhnya. (DjN).

Pos terkait