Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus Sarjana Komputer

Jakarta – 86News – Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut meringkus seorang sarjana komputer dan istrinya berinisial AEP dan TS karena diduga menjual surat-surat palsu seperti KTP, NPWP sampai sertifikat vaksinasi.

Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, tersangka berinisial AEP sudah satu tahun melakukan bisnis haramnya tersebut setelah usahanya bedampak Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Sudah 1 tahun kami melakukan penyelidikan sejak bulan April 2020 setelah adanya pandemi Covid-19 mereka melakukan penawaran lewat online,” kata Kholis kepada wartawan yang didampingi Wakapolres Kompol Yunita Natalia Rungkat dan Kasat Reskrim AKP David Kanitero di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (28/7).

Kholis menuturkan, kedua pelaku melakukan aksinya bersama satu orang pelaku lainnya inisial K yang masih buron.

“Ada satu pelaku lainnya berinisial K yang masih DPO,” jelas Kholis.

Kholis menambahkan, penyidik melakukan penangkapan kedua pelaku dikawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

“Kedua pelaku kami tangkap di Bogor,” ujar Kholis.

Kholis menegaskan, pelaku menjual sertifikat vaksinasi lewat media sosial Rp300 ribu.

“Tergantung bagaimana negonya mungkin harga variatif karena tingginya permintaan sertifikat.Pernintaan ini meningkat setelah syarat kegiatan harus memiliki bukti vaksinasi,” ungkap Kholis.

Kholis mengatakan, penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa orang yang berurusan dengan kedua pelaku.

“Pemeriksaan kami pilah-pilah untuk fokuskan dulu siapa pemohon nanti kami periksa,” jelas Kholis.

Kholis menghimbau, warga untuk tidak tergiur apabila ada warga yang menawarkan sertifikat vaksinasi dengan membayar sejumlah uang. Pasalnya, Polri sudah menyiapkan gerai vaksinasi secara gratis.

“Masyarakat agar berhati-hati jangan menempuh dengan cara melanggar hukum. Pemerintah telah mengadakan vaksinasi untuk dimanfaatkan gerai vaksinasi,” pungkas Kholis.

Dari tangan kedua pelaku penyidik menyita barang bukti 1 buah komputer, 1 buah alat pemotong kayu, 1 buah alat laminating dan stabiliser, 3 buah printer scanner, 1 unit hardisk warna hitam, 2 dus kartu PVC polos, 4 buah sertifikat vaksin Covid-19, 15 buah stempel, 1 unit mobil Mobilio hitam B 2386 SRS, 1 buah token BCA, 22 kartu Id Card kosong, 15 buku tabungan, 8 buah ATM, 4 buah BPJS, 1 buah SIM, 14 buah NPWP, 3 buah kartu member Prudential, 45 buah blanko KTP, 4 buah HP dan 1 buah haider.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 35 junto Pasal 51 ayat 1 dan atau Pasal 32 juncto Pasal 48 ayat 1 UU Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11/2007 tentang ITE dan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun atau denda Rp12 miliar. Djaya

Pos terkait