Lonjakan Kendaraan Padati Jalur Puncak, Polres Bogor Siapkan Skema Lalin Urai Kemacetan

86NEWS.ID – BOGOR – Kawasan wisata puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali diserbu ribuan kendaraan pada akhir pekan ini, Sabtu, 4 April 2026. Arus lalu lintas dari arah jakarta menuju Puncak terpantau mengalami lonjakan signifikan sejak pagi.

Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, mengungkapkan bahwa hingga pukul 08.00 WIB, tercatat sekitar 10.000 kendaraan telah memasuki jalur Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi.

Bacaan Lainnya

“Untuk kepadatan di arus wisata ke jalur Puncak ini, sampai dengan pukul 08.00 itu sudah ada 10.000 kendaraan yang melintas dari Gerbang Tol Ciawi dari arah Jakarta menuju ke Puncak,” ujar Iptu Afif saat ditemui di Simpang Gadog, Sabtu, 4 April 2026.

Penerapan One Way Lebih Awal

Guna mengantisipasi kemacetan parah atau “horor”, Satlantas Polres Bogor telah menerapkan sistem satu arah (one way) menuju Puncak sejak pukul 07.30 WIB. Langkah diskresi ini diambil karena volume kendaraan dari Jakarta terus meningkat.

“Hari ini one way diberlakukan lebih pagi lagi, mengingat arus kendaraan yang dari Jakarta menuju ke Puncak masih cukup tinggi,” jelas Afif.

Data kepolisian menunjukkan adanya tren kenaikan arus dibanding hari sebelumnya. Jika kemarin tercatat total 80.000 kendaraan dalam 24 jam, pagi ini terjadi peningkatan rata-rata 300 kendaraan per jam pada pukul 08.00 WIB.

Bagi pengendara yang berencana kembali ke Jakarta, polisi memprediksi rekayasa arus balik (one way arah bawah) akan dimulai pada siang hari. Saat ini, kendaraan dari arah Cianjur maupun Bandung masih tertahan.

“Kemungkinan pada hari ini kami akan melaksanakan one way dari arah Jakarta ke Puncak sampai pukul 12.00 WIB. Maka kami akan memberlakukan arah sebaliknya sekitar pukul 12.00 atau 13.00 WIB,” tambahnya.

Ratusan Personel Siaga di Titik Rawan

Sebanyak 120 personel kepolisian telah disebar di sepanjang jalur, mulai dari Simpang Gadog hingga perbatasan Cianjur. Petugas difokuskan pada titik-titik yang kerap menjadi biang kerok kemacetan.

“Kami menggelar 120 personel terutama pada titik-titik yang menjadi kerawanan seperti di Pasir Muncang, Megamendung, dan Pasar Cisarua,” tegas Afif. (Djn).

Pos terkait