Lanud Atang Sandjaja dan IPB gelar kembali vaksinasi massal

BOGOR, – 86News – Bekerja sama dengan TNI AU Lanud Atang Sendjaja, IPB kembali menggelar vaksinasi masal, pada 6, 7 dan 10 Agustus 2021. Kegiatan mana digelar sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

IPB berkomitmen untuk sepenuhnya membantu pemerintah dalam menyelenggarakan vaksinasi serta mendorong warganya dan masyarakat luas untuk mengikuti vaksinasi.

Bacaan Lainnya

Untuk itu kerja sama dan bersinergi dengan berbagai instansi atau lembaga terus dikembangkan. Vaksinasi dilakukan sepanjang Maret 2021 hingga Agustus 2021 ini. Kerja sama dan sinergi di antaranya dilakukan dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, Himpunan Alumni (HA) IPB , Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kerja sama dan sinergi dengan TNI telah dilakukan pada 30 Juni 2021 lalu dimana Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Bogor melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat di antaranya mahasiswa IPB yang masih menetap di Bogor. Lebih dari 1.000 mahasiswa IPB ikut ambil bagian guna mendapatkan vaksinasi yang dilaksanakan di Pabaton, Bogor Tengah.

Bersama Mabes Polri, pada tanggal 3 dan 4 agustus bertempat Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Darmaga Bogor. Vaksinasi massal sebanyak 5.000 dosis juga digelar. Kemudian ditempat yang sama pada tgl 6, 7, dan 10 Agustus 2021 IPB kembali menggelar vaksinasi masal sebanyak 3.000 dosis vaksin bekerja sama dengan TNI AU.

Khusus sinergi dengan TNI Angkatan Udara Lanud Atang Sendjaja, vaksinasi dilakukan selama 3 (tiga) hari. Kegiatan ini dikoordinir oleh Dr Sofyan Sjaf, wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bidang Pengabdian pada Masyarakat IPB.

” Vaksinasi kali ini kita menyiapkan 3000 dosis yang ditujukan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan beserta keluarga perguruan tinggi se-Bogor Raya, serta masyarakat umum.” demikian ditambahkan oleh Wakil Koordinator Vaksinasi IPB, yg sekaligus pengendali medis kegiatan vaksinasi, dr Naufal Muharam Nurdin MSi.

“ Gelaran Vaksinasi kali ini memprioritaskan untuk dosis pertama. Artinya untuk masyarakat yang belum pernah melakukan vaksinasi. Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah Sinovac. Untuk yang ingin vaksinasi dosis kedua, boleh juga. Tapi untuk kasus-kasus yang memang sudah lewat dari jadwal seharusnya.

Jadi kalau misal sebelumnya sakit, dan tidak memungkinkan untuk vaksin, bisa datang ke sini dengan catatan jenis vaksin yang pertama juga Sinovac,” tutur dr Naufal.


Dalam kesempatan lain, Mayor Kes drg Gunawan Raharjo Sp KG, koordinator Tim Vaksin Rumah Sakit dr Hassan Toto, TNI AU-Lanud Atang Sendjaja mengatakan, “Adalah tugas TNI AU untuk membina potensi dirgantara. Salah satunya mendorong percepatan vaksinasi di berbagai daerah. Hari ini kami menurunkan lima tim vaksinator.

Tiga tim dari TNI AU Lanud Atang Sanjaya, dua sisanya kombinasi dengan Klinik IPB. Kami juga mendukung tim di mini ICU, ambulans, dan tim pendukung lainnya,” kata Mayor Kes drg Gunawan.


Selain kolaborasi dengan berbagai pihak, lanjut drg Gunawan, Rumah Sakit dr Hassan Toto TNI AU-Lanud ATS juga menyelenggarakan vaksinasi mandiri. Bahkan angkanya bisa mencapai 12.000 dalam seminggu.

“Kita diperitahkan untuk membantu Pemerintah Daerah Kota Bogor, untuk meningkatkan pelaksanaan vaksinasi.

Makanya kita melaksanakan beberapa Serbuan Vaksinasi. Alhamdulillah vaksinasi di IPB bisa terlaksana. Semoga ke depan kerja sama ini bisa terus terjalin lebih baik lagi,” terang Kolonel Penerbang Asep Wijaya, kepala Dinas Operasi TNI AU-Lanud Atang Sendjaja yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan.


Diakuinya bahwa kerjasama antara lanud atang sendjaja dengan IPB sudah berlangsung lama dan program vaksinasi ini adalah bagian dari rentang kerjasama tersebut.


Seperti diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Oleh sebab itu, vaksinasi harus menjadi kesadaran kolektif. Dengan mengikuti vaksinasi, maka turut membantu menciptakan ketahanan bersama.
Ketua Crisis Centre COVID-19 IPB yang juga Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB, Prof Dodik Ridho Nurrochmat menyebut, vaksinasi merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia, termasuk mahasiswa.

“Di satu sisi, setiap warga negara punya hak menerima vaksin. Di sisi lain juga kewajiban. Vaksinasi ini merupakan upaya kolektif kita untuk bersama memutus mata rantai penyebaran virus. Pandemi ini akan berakhir kalau ada herd immunity.

Dan vaksinasi adalah salah satu upaya untuk mewujudkan itu,” terangnya.
Prof Dodik juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi yang baik, tanggung jawab dan berperan aktif guna menghadapi persoalan mengatasi pandemi ini. Sehingga dengan kondisi yang sangat sulit ini, kita bisa mengatasi bersama. *[Taufan MD]

Pos terkait