86NEWS.ID – JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengajak para pengemudi taksi untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Hal ini mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Berdasarkan data dari Korlantas Polri di tahun 2025 tercatat hampir 152 ribu peristiwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius bagi para pengemudi angkutan umum yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
“Peristiwa kecelakaan di Republik ini masih cukup tinggi. Pada tahun 2025 yang lalu hampir kurang lebih 152 ribu peristiwa kecelakaan. Oleh sebab itu beberapa hal yang harus kita evaluasi tentang keselamatan,” ujar Kakorlantas saat sambutan pelatihan peningkatan kemampuan pengemudi PT Green SM di ISDC, Serpong pada Senin (19/5/2026).
Lebih lanjut, Kakorlantas menegaskan bahwa pengemudi taksi harus memiliki keterampilan mengemudi yang baik, patuh terhadap aturan lalu lintas, serta mampu memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang.
“Hari ini berikrar untuk bisa tertib, untuk bisa patuh, untuk bisa melayani dengan sepenuh hati. Pengemudi itu harus terampil, taat aturan lalu lintas, dan melayani,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pengemudi agar tidak mudah terpancing emosi saat berekendara di jalan dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Tidak boleh pengemudi yang sudah dididik itu nanti emosi di jalan. Jadi bawa penumpang dengan maksimal, jaga keselamatan, dan tidak usah tergesa-gesa,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas mengapresiasi kolaborasi bersama Green SM Taksi dalam mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas. Ia berharap para pengemudi taksi dapat menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
“Saya bangga kami hadir bersama manajemen taksi untuk mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas. Khususnya taksi yang di depan ini menjadi pionir pelopor keselamatan,” tuturnya.
Pelatihan tersebut mencakup materi teori dan praktik mengemudi guna meningkatkan profesionalitas pengemudi sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Secara teknis dan taktis nanti rekan-rekan akan mendapat pengetahuan aspek teori dan praktik. Saya tidak mau dengar rekan-rekan terjadi peristiwa kecelakaan,” pungkasnya. (Mel).






