86NEWS.ID – GARUT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut mulai menerapkan rekayasa arus lalu lintas sistem satu arah atau one way di jalur lintas selatan Jawa Barat, tepatnya pada ruas Limbangan–Malangbong, Senin (16/3/2026).
Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada musim mudik Lebaran 2026.
Penerapan rekayasa ini merupakan bagian dari strategi pengamanan dalam gelaran Operasi Ketupat Lodaya 2026. Jalur Limbangan–Malangbong sendiri menjadi titik krusial karena merupakan akses utama pemudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan Jawa Tengah.
Kasat Lantas Polres Garut, AKP Luky Martono, menjelaskan bahwa pemberlakuan one way bersifat situasional, yakni sangat bergantung pada kepadatan kendaraan di lapangan.
“Rekayasa ini adalah upaya kami untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mencegah stagnasi kendaraan selama Operasi Ketupat Lodaya tahun ini,” ujar AKP Luky Martono, Senin (16/3/2026).

Jadwal One Way
Berdasarkan data di lapangan, pihak kepolisian telah melakukan beberapa kali penarikan arus (one way) sejak pagi hari:
– Sesi Pertama (08.15 – 08.30 WIB): Arus dari Bandung menuju Tasikmalaya ditarik selama 15 menit dengan titik pending di wilayah Polsek Limbangan.
– Sesi Kedua (10.50 – 11.15 WIB): Penarikan arus kembali dilakukan selama 25 menit pada jalur yang sama untuk mengurai antrean kendaraan yang mulai memanjang.
Sesi Jalur Lewo (11.20 – 11.40 WIB): Rekayasa satu arah dilakukan di kawasan Lewo menuju Tasikmalaya dengan titik penahanan kendaraan (pending) di sekitar SPBU Bandrek selama 20 menit.
Pihak kepolisian memprediksi volume kendaraan akan terus mengalami fluktuasi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di titik-titik penyekatan.
“Kami mengimbau para pengguna jalan untuk selalu mematuhi arahan personel di lapangan dan tetap bersabar saat diberlakukan sistem pending. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama agar perjalanan mudik aman dan lancar,” tutur Luky.
Kondisi arus lalu lintas di jalur selatan Garut saat ini terus dipantau secara intensif melalui pos pengamanan terpadu guna menentukan langkah diskresi kepolisian selanjutnya. (Djn).
“






