86NEWS.ID – SEMARANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri. Hal itu disampaikan saat membuka Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (8/8).
Di hadapan ribuan pesilat, Kapolri menyoroti situasi dunia yang kian tidak menentu akibat tiga poros konflik besar: perang Iran melawan AS dan Israel, Rusia melawan Ukraina, serta persaingan hegemoni AS vs China.
“Kondisi global saat ini tidak menentu. Dampaknya langsung kita rasakan. Pertumbuhan ekonomi terganggu, fiskal kita tertekan, nilai rupiah melemah. Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama,” tegas *Kapolri Jenderal Sigit*.
Mandiri Kunci Bertahan
Untuk itu, Kapolri menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis pemerintah. Fokusnya pada kemandirian pangan, energi, dan ekonomi.
“Saya dukung penuh program pemerintah. Kita harus mampu mandiri dengan mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, dan terus membuka lapangan kerja melalui program hilirisasi serta program lain dari pemerintah,” ujar Jenderal Sigit.
Menurutnya, di tengah tekanan global, bangsa Indonesia harus berdiri di kaki sendiri. Tidak bisa lagi bergantung pada negara lain.
Kapolri menilai nilai-nilai yang dimiliki Tapak Suci sangat dibutuhkan saat ini. Disiplin, kerja keras, dan keuletan menjadi modal utama agar bangsa bisa bertahan.
“Saya yakin dengan semangat disiplin dan keuletan teman-teman pendekar Tapak Suci, ini menjadi modal utama kita untuk bertahan. Semangat ini harus ditularkan, diwariskan kepada seluruh masyarakat dan generasi muda. Kalau kita ulet, disiplin, dan mampu bertahan dalam tekanan, insyaallah kita akan berhasil,” kata Kapolri.
Jenderal Sigit juga mengajak Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi dengan Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta ketahanan bangsa.
Turut hadir Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mendikdasmen Abdul Mu’ti,
Penasehat Khusus Presiden Muhadjir Effendy, Ketum PP Tapak Suci Muhammad Afnan Hadikusumo, Waketum PB IPSI Letjen TNI Mohamad Hasan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin, Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo*, serta jajaran Forkopimda dan rektor PTM se-Indonesia. (DjN)






