Bersama Polres Metro Bekasi, Ditreskrimum PMJ Ungkap Kasus Pembunuhan Dengan Modus Pembegalan

86NEWS.ID – JAKARTA Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan modus pembegalan yang menewaskan wanita muda di Bekasi.

Para Pelaku melakukan pembegalan dengan cara memepet korbannya, jika korban melawan para pelaku melakukan kekerasan dengan cara melakukan pembacokan terhadap korbannya menggunakan senjata tajam.

Bacaan Lainnya

Seorang karyawati berinisial IN (24) tewas bersimbah darah akibat dibacok di wilayah Kampung Tegal Gede, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (22/3/2022) pukul 05.30 WIB.

Tersangka ada 3, dua sudah diamankan. Satu ditampilkan, satu dibawah umur dan satu DPO, ” ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kompol Hari Agung saat rilis di Mapolda, Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya Kompol Agung mengatakan, dua pelaku berinisial M dan NR. Sedangkan satu pelaku lagi berinisial AS masih melarikan diri, Satu orang masih DPO.

Menurut Agung, Modus pelaku yakni melakukan pemepetan terhadap korban yang saat itu hendak berangkat ke kantor.

tersangka M bertugas sebagai eksekutor sedangkan NR adalah joki dari pelaku. 

Agung menambahkan, kronologi pembunuhan itu berawal dari niat ketiga pelaku mencari musuh tawuran. Namun gagal karena dibubarkan Tim Patroli Presisi Polres Metro Bekasi.

Pelaku akhirnya mencari korban lain untuk dibegal atau dikuras hartanya. Dilihatlah korban Iska sedang berjalan sendiri menuju tempat kerja. Kemudian korban dipepet oleh ketiga pelaku.

korban sempat melawan akhirnya dibacok 4 kali oleh pelaku N. Karena berteriak, akhirnya pelaku gagal membawa harta milik korbannya. Selain melakukan aksi pembunuhan, pelaku N telah teridentifikasi sebagai penjahat kambuhan.

”Pelaku N pernah membegal anggota di Cikarang Timur saat pulang dari tugas vaksinisasi dan juga merupakan pelaku dalam pembacokan tawuran di Rengas Bandung, Kedung Waringin, beberapa hari yang lalu,” ujarnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti sebilah celurit dan ponsel milik pelaku. Tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

Pos terkait