Bareskrim Polri Ungkap Kasus Pengoplosan Elpiji Bersubsidi 3 Kilogram

86NEWS.ID – JAKARTA – Kasus dugaan pengoplosan elpiji bersubsidi 3 kilogram diwilayah Jakarta dan Bekasi terungkap Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri dan dua orang ditetapkan sebagai tersangka

Direktur Tindak Pidana Tertentu, (Dirtipidter). Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan tersangka kasus ini diduga menyuntikkan isi dari tabung 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 dan 50 kilogram alias nonsubsidi.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan penegakan hukum terkait adanya penyalahgunaan elpiji dari subsidi kilogram yang kemudian disuntik dipindahkan menjadi 12 dan 50 kilogram,” ujar Pipit di kepada wartawan Rabu, (13/4/2022).

Pipit mengatakan tersangka kasus ini diduga menyuntikkan isi dari tabung 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 dan 50 kilogram alias nonsubsidi. Pipit juga menyebut dugaan pengoplosan gas bersubsidi ini terjadi di dua lokasi, yakni di Desa Burangkeng, Kabupaten Bekasi, dan di Jatinegara, Jakarta Timur.

“Dua orang pelaku yang sudah diamankan berinisial FG dan JR,” ucap Pipit.

Pipit menambahkan isi dari tabung gas 3 kg dipindahkan menggunakan selang regulator. Gas nonsubsidi yang sudah dioplos itu nantinya dijual dengan harga di bawah pasaran.

“Ukuran 12 dan 50 kilogram dijual dengan harga di bawah standar dengan market yang mungkin di market-market kecil atau warung-warung,” katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 2.214 tabung elpiji ukuran 3 kg, 702 tabung gas ukuran 12 kg, 54 tabung gas ukuran 50 kg, 168 selang regulator, serta 6 timbangan elektronik.

Kedua tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 8 ayat 1 huruf b dan c Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. ** (UCI).

Pos terkait