Kisah Yahya Waloni, Dari Unggahan Video Hingga Ditangkap Bareskrim Polri dan Terakhir Dilarikan ke RS Polri Karena Jantung

JAKARTA – 86News.id – Terkait dengan laporan masyarakat dan dugaan kasus penistaan agama, Penceramah Yahya Waloni ditangkap Bareskrim Polri dan kini terbaring dalam perawatan RS Polri dikarenakan pembengkakan jantung.

Penceramah Yahya Waloni ditangkap di kawasan Cibubur pada Kamis (26/8) lalu oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Wadirtipidsiber Kombes Himawan Bayu Aji.

Bacaan Lainnya

Penangkapan Yahya Waloni ini adalah tindak lanjut nyata POLRI dalam meredakan keresahan dan sensitivitas religi di tengah-tengah masyarakat. Disamping itu pula sudah banyak laporan dan aduan yang masuk ke polisi mengenai hal ini.

Salah satunya adalah laporan polisi ke Bareskrim Polri oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme mengenai dugaan penistaan agama oleh Yahya Waloni. Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM.

Laporan polisi tersebut dikarenakan bahwa Yahya Waloni, pada suatu kesempatan dalam ceramahnya mengatakan bahwasanya Bible itu palsu.

Hal itu pula yang menyebabkan Komisi VIII angkat bicara, ” Tindak Yahya Waloni sesuai hukum yang Berlaku ! Kini, Polisi menetapkan penceramah Yahya Waloni sebagai tersangka pada kasus dugaan penistaan agama.

” Yang bersangkutan (sudah) dikenakan beberapa pasal dari perbuatan yang telah dilakukan melalui ceramahnya yang diunggah pada video di akun YouTube.” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono dalam pernyataannya saat jumpa pers di Mabes Polri.

Yahya Waloni juga dijerat dengan UU ITE pada pasal tentang penodaan agama, papar Rusdi.

“Dalam Undang-Undang ITE Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2), mengatur tentang perbuatan yang dengan sengaja dan tidak sah menyebarkan informasi akan menyebabkan permusuhan, kebencian berdasarkan SARA. Pasal lain yang juga disangkakan adala Pasal 156a KUHP tentang perbuatan penodaan terhadap agama tertentu,” sambungnya.

Perlu juga diketahui, sudah sejak Mei 2021 Polri resmi menetapkan Yahya Waloni sebagai tersangka atas dugaan penistaan agama.

“Prosesnya sudah dimulai sejak bulan April 2021. Bulan Mei, naik penyidikan kemudian ditetapka jadi tersangka. Demikian alur dan prosesnya” ujar Brigjen Rusdi Hartono kepada awak media.

Yahya Waloni sudah dilaporkan sejak April 2021, sejak video unggahannya telah membuat keresahan di masyatakat. Karenanya Polisi bergerak cepat dan terukur dalam merespons laporan masyarakat.

“Tidak benar jika ada yang menuding bahwa Polri lamban dalam memproses kasus dugaan penistaan agama, termasuk Yahya Waloni,” tepis Rusdi.

Yahya Waloni telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Tindak lanjut guna mengikis dan meredakan keresahan masyarakat, Polri berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk memblokir (take down) video Yahya Waloni dari YouTube.
Sama seperti Muhamad kece, vidoe unggahan Yahya Waloni akan di take down.

“Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Kominfo untuk memblokir video-video yang seperti itu,” ujar Rusdi.

Menurutnya, bukan video ini saja yang di blokir tetapi seluruh video-video yang berpotensi membuat masyarakat gaduh pasti akan di-take down. Video yang merusak persatuan Indonesia.

Tersangka kasus dugaan penistaan agama Yahya Waloni dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah sebelumnya mengeluh sesak nafas.

Karumkit RS Polri Brigjen Asep Hendra membenarkan Yahya dibawa ke rumah sakit. Ia menyebut Yahya Waloni sakit meskipun belum menjelaskan secara pasti penyakitnya. Saat ini sedang ditangani oleh tim dokter.

” Dia mengeluh sesak napas,” ujar Asep saat di konfirmasi.

Di tempat terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan Yahya Waloni sakit. Argo mengatakan Yahya mengalami pembengkakan jantung.

Namun, sebagai tersangka dan juga mendadak mengalami pembengkakan jantung dan harus dilarikan ke RS Polri maka penahanan terhadapnya sementara ditangguhkan.

“Statusnya sudah ditahan,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Yahya Waloni terpaksa dilarikan ke RS Polri dikarenakan sesak nafas dan belakangan juga diketahui Yahya Waloni memiliki riwayat penyakit jantung. Walau begitu kasus hukun yang menjerat akan tetap diproses, walaupun penahanan Yahya ditangguhkan. **MDT.

Pos terkait